CHi iNEWS - Ketika Rasa Iri Bisa Menyakiti Orang Lain
- Get link
- X
- Other Apps
By
home7ech
-
BismillahirRahmanirRahim
sumber : Ketika Rasa Iri Bisa Menyakiti Orang Lain, Bersama Ust Tamimi & Abi Umar Faishol | CHi (24/01/2026)
Sajian Religi Bernuansa Islami Yang Ditayangkan Di iNews Setiap Sabtu dan Minggu pukul 12.00 WiB.
Saksikan CAHAYA HATi iNDONESiA Edisi Sabtu, 24 Januari 2025 (5 Sya'ban 1447 Hijriyah)
dengan tema "KETiKA RASA iRi BiSA MENYAKiTi ORANG LAiN" bersama Ustadz Tamimi & Abi Umar Faishol
hanya di @officialinewstv!
Watch Streamed at @OfficialiNews Playlist CHi : [https://youtu.be/JN9J_bEEuMY]
Courtesy : iNews Media Group || MNC GROUP © 2026
#inews #MNCGROUP #inewsmediagroup #cahayahatiindonesia #islam
Google Ai (Mode) Overview [Show]
Related Articles:
sumber : Ketika Rasa Iri Bisa Menyakiti Orang Lain, Bersama Ust Tamimi & Abi Umar Faishol | CHi (24/01/2026) Sajian Religi Bernuansa Islami Yang Ditayangkan Di iNews Setiap Sabtu dan Minggu pukul 12.00 WiB.
Saksikan CAHAYA HATi iNDONESiA Edisi Sabtu, 24 Januari 2025 (5 Sya'ban 1447 Hijriyah)
dengan tema "KETiKA RASA iRi BiSA MENYAKiTi ORANG LAiN" bersama Ustadz Tamimi & Abi Umar Faishol
hanya di @officialinewstv!
Watch Streamed at @OfficialiNews Playlist CHi : [https://youtu.be/JN9J_bEEuMY]
Courtesy : iNews Media Group || MNC GROUP © 2026
#inews #MNCGROUP #inewsmediagroup #cahayahatiindonesia #islam
Google Ai (Mode) Overview [Show]
Ketika Rasa Iri Bisa Menyakiti Orang Lain Dalam Padangan Islam
Dalam Islam, rasa iri atau hasad didefinisikan sebagai perasaan tidak senang atas nikmat yang diterima orang lain dan adanya keinginan agar nikmat tersebut hilang dari orang tersebut [1].
Berikut adalah bagaimana hasad dapat menyakiti orang lain dan diri sendiri menurut pandangan Islam:
Membersihkan hati dalam Islam dikenal dengan istilah Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa). Proses ini bukan sekadar tindakan sekali jadi, melainkan perjalanan berkelanjutan untuk menghilangkan sifat tercela (mazmumah) dan mengisinya dengan sifat terpuji (mahmudah).
Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk membersihkan hati:
Hati yang bersih (Qalbun Salim) adalah aset paling berharga bagi seorang Muslim, karena hanya hati yang selamatlah yang akan diterima oleh Allah di hari kiamat kelak.
Berikut adalah beberapa tanda atau ciri seseorang memiliki hati yang bersih menurut para ulama dan petunjuk Al-Qur'an:
Untuk menjaga agar hati tetap bersih di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, apakah Anda ingin tips mengenai cara menjaga lisan atau manajemen waktu untuk dzikir harian?
Tips menjaga lisan
Menjaga lisan adalah salah satu bagian terberat namun terpenting dalam menjaga kebersihan hati. Rasulullah SAW bersabda bahwa keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.
Berikut adalah tips praktis untuk menjaga lisan di tahun 2026 ini agar tetap terjaga dari dosa:
Dalam Islam, rasa iri atau hasad didefinisikan sebagai perasaan tidak senang atas nikmat yang diterima orang lain dan adanya keinginan agar nikmat tersebut hilang dari orang tersebut [1].
Berikut adalah bagaimana hasad dapat menyakiti orang lain dan diri sendiri menurut pandangan Islam:
- Penyakit Hati yang Merusak Amal: Nabi Muhammad SAW memperingatkan bahwa hasad dapat memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar yang kering [2]. Ini berarti pahala ibadah seseorang bisa terhapus karena kebencian yang ia simpan.
- Penyebab Penyakit 'Ain: Rasa iri yang mendalam dapat menimbulkan pandangan mata yang jahat atau 'Ain. Dalam Islam, 'ain adalah nyata dan dapat menyebabkan orang yang dipandang mengalami gangguan kesehatan, kecelakaan, hingga kematian atas izin Allah [3].
- Memicu Tindakan Zalim: Hasad sering kali menjadi akar dari perbuatan dosa lainnya seperti ghibah (menggunjing), fitnah, hingga upaya sabotase atau mencelakai orang lain secara fisik untuk menjatuhkan mereka [4].
- Menentang Takdir Allah: Secara spiritual, orang yang iri seolah-olah tidak rida dengan pembagian rezeki yang telah ditetapkan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya [5].
- Doa untuk Membersihkan Hati dari Sifat Iri
Jika Anda merasa ada benih iri hati terhadap orang lain, bacalah doa dari Al-Qur'an dan hadis berikut untuk mensucikan batin:- Doa agar Tidak Ada Kedengkian (QS. Al-Hashr: 10):
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Rabbana-ghfirlana wa li ikhwaninal-ladzina sabaquuna bil imaani wa laa taj’al fii quluubina ghillal-lilladzina aamanu rabbana innaka ra'uufur rahiim.
Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang." - Doa Memohon Hati yang Bersih:
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ الْحَسَدِ وَالْغِلِّ
Allahumma tahhir qalbi minal hasadi wal ghilli.
Artinya: "Ya Allah, sucikanlah hatiku dari sifat iri dan dengki." - Mendoakan Keberkahan bagi Orang yang Diiri:
Rasulullah SAW mengajarkan jika kita kagum atau iri, doakanlah keberkahan bagi mereka agar malaikat mengaminkan hal yang sama untuk kita:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُ (Allahumma barik lahu) atau مَاشَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ (Masya Allah laa quwwata illa billah).
- Doa agar Tidak Ada Kedengkian (QS. Al-Hashr: 10):
- Doa Perlindungan dari Iri Orang Lain (Penyakit 'Ain)
Untuk melindungi diri dan keluarga dari pandangan jahat atau dampak iri hati orang lain, amalkan doa-doa ini:- Perlindungan Sempurna (Dibaca Pagi & Petang):
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
A’uudzu bikalimaatillaahit-taammaati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli ‘ainin laammah.
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa, dan dari pandangan mata yang jahat (iri)." - Surah Perlindungan (Al-Mu'awwidzatain):
Rutin membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Naas setiap selesai salat dan sebelum tidur. Ayat terakhir Al-Falaq secara spesifik memohon perlindungan dari "kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki." - Doa Agar Terhindar dari Bahaya (3x Pagi & Petang):
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fissamaa-i wa huwas-samii’ul ‘aliim.
Artinya: "Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
- Perlindungan Sempurna (Dibaca Pagi & Petang):
- Sembunyikan Nikmat: Tidak semua kebahagiaan perlu dipamerkan di media sosial untuk menghindari hasad orang lain.
- Perbanyak Syukur: Fokus pada apa yang Anda miliki akan membunuh bibit iri hati sebelum ia berkembang.
Membersihkan hati dalam Islam dikenal dengan istilah Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa). Proses ini bukan sekadar tindakan sekali jadi, melainkan perjalanan berkelanjutan untuk menghilangkan sifat tercela (mazmumah) dan mengisinya dengan sifat terpuji (mahmudah).
Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk membersihkan hati:
- Tahapan Utama (Metode Al-Ghazali)
Para ulama merumuskan tiga tahapan penting dalam penyucian jiwa:- Takhalli:Proses mengosongkan hati dari penyakit seperti iri hati (hasad), sombong (takabbur), pamer (riya), dan dendam.
- Tahalli:Mengisi kekosongan hati dengan sifat-sifat mulia seperti syukur, sabar, ikhlas, dan rendah hati.
- Tajalli:Tahap di mana seseorang sudah terbiasa dalam kebersihan pikiran, perkataan, dan perbuatan karena cahaya iman yang kuat.
- Amalan Praktis Sehari-hari
- Membaca dan Merenungi Al-Qur'an: Al-Qur'an adalah obat (syifa) bagi hati yang sakit. Membacanya dengan tadabbur dapat menenangkan jiwa dan memberikan petunjuk hidup.
- Memperbanyak Dzikir dan Istighfar: Dzikir adalah instrumen utama pembersih hati. Sering mengucapkan "Astaghfirullah" membantu menghapus noda dosa dan kesombongan yang menempel pada batin.
- Menjaga Ibadah Fardhu dan Sunnah: Awali dengan memperbaiki kualitas salat lima waktu, lalu tambahkan dengan salat tahajud di malam hari untuk merendahkan diri di hadapan Allah.
- Mengingat Mati: Sering mengingat kematian membantu melembutkan hati yang keras dan mengurangi keterikatan berlebih pada harta dunia.
- Melihat ke Bawah dalam Urusan Dunia: Pandanglah orang yang berada di bawah Anda dalam hal materi agar muncul rasa syukur dan hilang rasa iri terhadap apa yang dimiliki orang lain.
- Mengubah Perilaku Sosial
- Mendoakan Kebaikan bagi Orang Lain: Jika Anda merasa iri pada seseorang, lawanlah dengan mendoakan keberkahan baginya secara diam-diam. Malaikat akan mengaminkan doa tersebut juga untuk Anda.
- Mencari Lingkungan yang Saleh: Berteman dengan orang-orang baik akan membantu Anda tetap berada di jalur kebenaran dan memudahkan proses introspeksi diri.
- Membatasi Penggunaan Media Sosial: Hindari terus-menerus membandingkan hidup Anda dengan pencapaian orang lain yang tampak di media sosial, karena ini adalah pemicu utama penyakit hati modern.
Hati yang bersih (Qalbun Salim) adalah aset paling berharga bagi seorang Muslim, karena hanya hati yang selamatlah yang akan diterima oleh Allah di hari kiamat kelak.
Berikut adalah beberapa tanda atau ciri seseorang memiliki hati yang bersih menurut para ulama dan petunjuk Al-Qur'an:
- Merasakan Manisnya Ibadah
Orang yang hatinya bersih tidak merasa ibadah sebagai beban. Ia merasakan ketenangan, kelezatan, dan kekhusyukan saat berkomunikasi dengan Allah, terutama dalam salat dan membaca Al-Qur'an. - Tidak Menyimpan Dendam dan Iri Hati
Hatinya lapang. Ia mudah memaafkan kesalahan orang lain dan tidak merasa sesak saat melihat orang lain mendapatkan nikmat. Sebaliknya, ia ikut merasa bahagia atas keberhasilan orang lain karena ia rida dengan ketetapan Allah. - Selalu Merasa Kurang dalam Amal (Rendah Hati)
Meskipun sudah banyak beribadah, ia tidak merasa sombong atau merasa lebih baik dari orang lain. Ia justru merasa amalnya masih sedikit dan selalu khawatir apakah amalnya diterima oleh Allah atau tidak. - Cepat Kembali kepada Allah Saat Berbuat Dosa
Hati yang bersih sangat sensitif terhadap dosa. Jika ia melakukan kesalahan kecil, hatinya akan merasa sangat tidak tenang dan ia akan segera beristighfar (bertaubat). Ia merasa dosa kecil itu seolah-olah gunung yang akan menimpanya. - Mengutamakan Akhirat Tanpa Melupakan Dunia
Fokus utamanya adalah bagaimana tindakannya berdampak pada kehidupannya di akhirat. Hatinya tidak terlalu terikat pada kemewahan dunia; jika ia mendapat harta, ia gunakan untuk kebaikan, dan jika kehilangan, ia tidak merasa putus asa. - Senang Mengingat Allah (Dzikir)
Hatinya selalu terpaut pada Allah. Dalam kondisi apa pun—senang maupun susah—lisannya basah dengan dzikir dan pikirannya selalu mengaitkan segala kejadian dengan kebesaran Allah. - Memiliki Prasangka Baik (Husnuzan)
Ia cenderung mencari alasan untuk memaklumi kesalahan orang lain daripada mencari-cari kesalahan mereka. Ia memandang manusia dengan kasih sayang, bukan dengan pandangan menghakimi. - Lisan yang Terjaga
Hati yang bersih akan tercermin pada lisan yang bersih pula. Ia menjauhi ghibah (gosip), fitnah, perkataan kasar, dan kebohongan, karena ia tahu bahwa apa yang keluar dari mulut adalah pantulan dari apa yang ada di dalam hati.
Untuk menjaga agar hati tetap bersih di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, apakah Anda ingin tips mengenai cara menjaga lisan atau manajemen waktu untuk dzikir harian?
Tips menjaga lisan
Menjaga lisan adalah salah satu bagian terberat namun terpenting dalam menjaga kebersihan hati. Rasulullah SAW bersabda bahwa keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.
Berikut adalah tips praktis untuk menjaga lisan di tahun 2026 ini agar tetap terjaga dari dosa:
- Terapkan Prinsip "Bicara Baik atau Diam"
Jadikan hadis Nabi sebagai filter utama: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." Sebelum berbicara, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah ucapan ini bermanfaat? Apakah ini akan menyakiti orang lain?" Jika ragu, diam adalah pilihan terbaik. - Hindari Majelis Ghibah (Gosip)
Lisan sering terpeleset karena pengaruh lingkungan. Jika Anda berada dalam percakapan yang mulai membicarakan keburukan orang lain:- Coba alihkan topik pembicaraan ke hal yang positif.
- Jika tidak bisa, sampaikan keberatan dengan sopan.
- Jika tetap berlanjut, lebih baik meninggalkan tempat tersebut.
- Berpikir Sebelum Merespons (Pause & Reflect)
Jangan terburu-buru merespons perkataan orang lain, terutama saat sedang marah atau emosi. Beri jeda 3-5 detik untuk berpikir. Kata-kata yang keluar saat emosi biasanya akan menjadi penyesalan di kemudian hari. - Batasi Komentar di Media Sosial
Di era digital tahun 2026, lisan tidak hanya berupa ucapan, tetapi juga ketikan jari.- Jangan ikut-ikutan menghujat atau menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya (hoax).
- Ingatlah bahwa setiap ketikan di kolom komentar akan dimintai pertanggungjawaban sebagaimana ucapan lisan.
- Sibukkan Lisan dengan Dzikir
Hati dan lisan yang kosong cenderung akan diisi dengan hal sia-sia. Basahi lisan Anda dengan:- Istighfar: Untuk menghapus noda kata-kata yang salah.
- Shalawat: Untuk melembutkan hati.
- Tasbih/Tahmid: Untuk menjaga kesadaran akan pengawasan Allah.
- Sadari Dampak "Luka Lisan"
Ingatlah pepatah bahwa "Luka karena sembilu bisa sembuh, luka karena lidah ke mana obat hendak dicari." Menyadari bahwa satu kalimat buruk bisa menghancurkan hubungan bertahun-tahun atau menyakiti hati seseorang secara mendalam akan membuat kita lebih berhati-hati. - Doa Memohon Keteguhan Lisan
Amalkan doa agar Allah membimbing lisan kita:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ صَمْتِي فِكْرًا وَنُطْقِي ذِكْرًا
Allahummaj’al shamti fikran wa nuthqi dzikran.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah diamku sebagai sarana berpikir, dan bicaraku sebagai dzikir."
Related Articles:
- CHi iNEWS - Kesombongan Akan Harta Membawa Petaka: Belajar Dari Tragedi Qarun
- CHi iNEWS - Al-Qur'an Pengingat Biar Hidup Nggak Kebablasan
Bagi Sahabat(2x) yang ingin & berbagi
dipersilahkan untuk melangkapi, dengan menuliskan komentar di bawah :)
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Cahaya Hati Indonesia
Dakwah Islam
iNEWS
Kajian Islam
Ketika Rasa Iri Bisa Menyakiti Orang Lain
Tabligh
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment
Please Notices! Write NAME (nick name) to make it easier to respond to comments that you write. Comments are rude, racist, and humiliation may not be passed and it will be deleted without warning ...
* We respect your privacy and we will never share your personal information with anyone. We will never send you SPAM emails.