[LiVE] Event Sholat IdulFitri 1447 Hijriah (2026)

[LiVE] Event Sholat IdulFitri 1447 Hijriah (2026)
BismillahirRahmanirRahim

"[LiVE] Event Sholat IdulFitri 1447 Hijriah (2026)"

Promotional graphic for [LiVE] Event Sholat IdulFitri 1447 Hijriah (2026) Image Generated by Nano Banana 2 - Pembuat gambar & editor foto Ai (Gemini) Google
Images generated by Ai may be inaccurate, misleading, or offensive.

Watch Streaming at:




[Daarut Tauhiid Bandung] LiVE - Shalat dan Khutbah Idul Fitri 1447 H


[Percikan Iman] LiVE - Shalat Idul Fitri Masjid Peradaban Percikan Iman Arjasari 1447 H


[iNEWS] LiVE - SALAT iDUL FiTRi 1447 H, PRABOWO Di ACEH, GiBRAN Di iSTiQLAL


[METROTV] LiVE - SiTUASi SALAT iDULFiTRi Di MASJiD iSTiQLAL JAKARTA


[KOMPASTV] LiVE - Presiden Prabowo Salat Idulfitri 2026 di Aceh


[KOMPASTV] LiVE - Wakil Presiden Gibran Salat Idulfitri 2026 di Masjid Istiqlal Jakarta


[KOMPASTV] LiVE - Eid al-Fitr Special Spreads Benefits in the Land of Pasundan


Courtesy: Daarut Tauhiid (DT) Bandung ¦¦ Percikan Iman ¦¦ iNews Media Group ¦¦ MetrotvNews ¦¦ KOMPASTV ¦¦ © 2026
#BreakingNews #DaarutTauhiid #PercikanIman #iNewsMediaGroup #MetrotvNews #KompasTV #SholatIdulFitri #KhutbahIdulFitri #IdulFitri #1447 #Hijriah #2026

Download M4A Audio xHE-AAC


  • Total Files Listed: 2 File(s), 12.6 MB (13,251,812 bytes) ¦¦ Duration: ± 0 Hour(s) 37 min 47 sec
  • Folder Links: [https://1024terabox.com/s/1rqBAmn3G3Kwgg8RmK95jOA]

  • File Name: 20260321_Shalat Idul Fitri 1447 H - Daarut Tauhiid Bandung xHE-AAC.TurboScribe.Ai.m4a
  • File Info: 3.92 MiB, M4A-Audio, 11 min 49 sec, Exhale 1.2.2-c33cf75b, USAC, xHE-AAC+eSBR-Preset #b, 45.1 kb/s, Variable, 2 channels, 44.1 KHz
  • Download Link: [https://1024terabox.com/s/17oU9DoHp20Lp4EIn68KQEg]

  • File Name: 20260321_Khutbah Idul Fitri 1447 H - Daarut Tauhiid Bandung xHE-AAC.TurboScribe.Ai.m4a
  • File Info: 8.72 MiB, M4A-Audio, 25 min 58 sec, Exhale 1.2.2-c33cf75b, USAC, xHE-AAC+eSBR-Preset #b, 46.4 kb/s, Variable, 2 channels, 44.1 KHz
  • Download Link: [https://1024terabox.com/s/13M2ViEvloeuyd-PS68HFtQ]

Google Ai (Mode) Overview


Dalam syariat Islam, Sholat Idul Fitri adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) yang dilaksanakan pada 1 Syawal. Ibadah ini terdiri dari dua rakaat sholat berjamaah yang kemudian diikuti dengan penyampaian khutbah.
  1. Sholat Idul Fitri
    Sholat ini dilaksanakan di pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang waktu Dzuhur.
    • Niat: Dilakukan di dalam hati sebelum memulai sholat.
    • Rakaat Pertama: Setelah takbiratul ihram, disunnahkan melakukan 7 kali takbir tambahan. Di antara takbir-takbir tersebut, jamaah dianjurkan membaca kalimat tasbih, tahmid, dan tahlil.
    • Rakaat Kedua: Dilakukan setelah bangkit dari sujud (takbir intiqal), dengan 5 kali takbir tambahan sebelum membaca Surah Al-Fatihah.
    • Hukum Berjamaah: Sangat diutamakan untuk dilakukan secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka. Namun, jika berhalangan, sholat ini tetap sah dilakukan sendiri di rumah.
  2. Khutbah Idul Fitri
    Berbeda dengan Sholat Jumat, khutbah Idul Fitri disampaikan setelah sholat selesai.
    • Hukum Mendengarkan: Mendengarkan khutbah hukumnya adalah sunnah, bukan wajib. Sholat Id tetap sah meskipun seseorang langsung pulang tanpa mendengarkan khutbah.
    • Tata Cara: Khutbah dilakukan sebanyak dua kali dengan posisi khatib berdiri, dipisahkan dengan duduk sejenak di antara keduanya.
    • Ketentuan Takbir: Menurut panduan dari NU Online, khatib disunnahkan membuka khutbah pertama dengan 9 kali takbir dan khutbah kedua dengan 7 kali takbir secara berturut-turut.
    • Rukun Khutbah: Agar khutbah sah secara syariat, khatib harus memenuhi rukun-rukun berikut:
      1. Membaca pujian kepada Allah (Hamdalah).
      2. Membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
      3. Menyampaikan wasiat takwa.
      4. Membaca minimal satu ayat Al-Qur'an pada salah satu khutbah.
      5. Mendoakan kaum Muslimin pada khutbah kedua.
Adab mengikuti Sholat Idul Fitri sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW mencakup persiapan diri sejak bangun tidur hingga perjalanan pulang dari tempat sholat.
Berikut adalah rinciannya:
  1. Persiapan Sebelum Berangkat
    • Mandi Sunnah: Disunnahkan mandi sebelum berangkat sholat untuk membersihkan diri dan memuliakan hari raya.
    • Makan Sebelum Sholat: Berbeda dengan Idul Adha, pada Idul Fitri Nabi SAW biasa makan terlebih dahulu, biasanya berupa kurma dalam jumlah ganjil, untuk menandakan bahwa masa puasa telah berakhir.
    • Berhias dan Memakai Pakaian Terbaik: Sunnah bagi laki-laki untuk memakai pakaian terbaik yang dimiliki dan menggunakan wewangian. Bagi wanita, dianjurkan berpakaian rapi namun tetap menutup aurat dan tidak berlebihan (tabarruj).
    • Membayar Zakat Fitrah: Pastikan kewajiban Zakat Fitrah telah ditunaikan sebelum sholat Id dimulai.
  2. Adab di Perjalanan dan Tempat Sholat
    • Bertakbir: Mengumandangkan takbir sejak keluar rumah hingga imam memulai sholat sebagai bentuk syiar dan rasa syukur.
    • Berjalan Kaki: Jika jarak memungkinkan, disunnahkan berjalan kaki menuju lokasi sholat daripada menggunakan kendaraan.
    • Membedakan Rute Jalan: Nabi SAW biasa mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan saat pulang. Tujuannya adalah untuk memperbanyak saksi amal dan bertemu lebih banyak saudara Muslim untuk bersilaturahmi.
    • Lokasi Sholat: Mengutamakan pelaksanaan sholat di lapangan terbuka jika cuaca mendukung, guna memperlihatkan kebersamaan umat Islam.
  3. Adab Setelah Sholat
    • Mendengarkan Khutbah: Meski hukumnya sunnah, tetap tinggal untuk mendengarkan khutbah hingga selesai adalah adab yang sangat dianjurkan.
    • Saling Mengucapkan Selamat: Menghidupkan sunnah dengan saling mendoakan, seperti mengucapkan "Taqabbalallahu minna wa minkum" (Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian).
Doa yang paling utama dan sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW saat bersilaturahmi di hari raya Idul Fitri adalah doa permohonan agar amal ibadah selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT.

Berikut adalah detail doa tersebut beserta variasi dan cara menjawabnya:
  1. Doa Utama Sesuai Sunnah
    Para sahabat Nabi SAW terbiasa mengucapkan doa ini ketika saling bertemu di hari raya:
    • Bacaan: Taqabbalallāhu minnā wa minkum.
    • Artinya: "Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kalian".
  2. Variasi Doa yang Lebih Lengkap
    Beberapa orang sering menambahkan kalimat lain untuk memperluas cakupan doanya:
    • Versi Lengkap: Taqabbalallāhu minnā wa minkum, shiyāmanā wa shiyāmakum.
      Artinya: "Semoga Allah menerima amal kami dan kalian, (serta menerima) puasa kami dan puasa kalian".
    • Tambahan Harapan: Taqabbal yā Karīm.
      Artinya: "Terimalah, wahai Dzat Yang Maha Mulia".
  3. Cara Menjawab Doa
    Jika seseorang mengucapkan doa tersebut kepada Anda, disunnahkan untuk membalasnya dengan cara berikut:
    • Mengucapkan Kalimat yang Sama: Menjawab kembali dengan Taqabbalallāhu minnā wa minkum. Ini adalah cara yang paling umum dilakukan oleh para sahabat Nabi.
    • Jawaban Singkat Lainnya: Anda juga bisa menjawab dengan "Minna wa minkum taqabbal yaa Kariim".
  4. Mengenai Ucapan "Minal Aidin wal Faizin"
    Meskipun ucapan ini sangat populer di Indonesia, perlu dipahami bahwa kalimat ini bukan merupakan doa yang secara khusus dicontohkan dalam riwayat hadits Nabi SAW. Namun, mengucapkannya sebagai bentuk harapan agar kita "termasuk golongan yang kembali (suci) dan menang" tetap diperbolehkan sebagai tradisi baik yang mengandung doa.
Adab bertamu atau halal bihalal dalam Islam bertujuan untuk menjaga kehormatan tuan rumah dan memastikan silaturahmi membawa berkah.
Berikut adalah poin-poin pentingnya:
  1. Niat dan Waktu yang Tepat
    • Niat Tulus: Pastikan niat utama adalah menyambung silaturahmi dan saling memaafkan, bukan sekadar memamerkan keberhasilan atau harta [1, 2].
    • Pilih Waktu yang Pas: Hindari bertamu pada waktu istirahat (seperti jam tidur siang atau terlalu malam) dan waktu sholat. Sangat dianjurkan untuk memberi kabar atau membuat janji terlebih dahulu agar tidak merepotkan tuan rumah [1, 3].
  2. Etika Memasuki Rumah
    • Memberi Salam: Ucapkan salam sebelum masuk. Sesuai Sunnah, batas maksimal mengetuk pintu atau memberi salam adalah tiga kali. Jika tidak ada jawaban, disunnahkan untuk pulang [1, 4].
    • Posisi Berdiri: Jangan berdiri tepat di depan pintu yang terbuka agar tidak langsung melihat ke dalam rumah (menjaga privasi tuan rumah). Berdirilah sedikit di samping pintu [1].
  3. Sikap Saat Bertamu
    • Menjaga Pandangan: Jangan liar memperhatikan seluruh isi rumah atau masuk ke ruangan pribadi tanpa izin. Fokuslah pada percakapan dengan tuan rumah [1, 3].
    • Mencicipi Jamuan: Jika tuan rumah menghidangkan makanan atau minuman, sunnah hukumnya untuk mencicipi sebagai bentuk penghormatan (memuliakan tamu) [3, 4].
    • Menjaga Lisan: Hindari membicarakan keburukan orang lain (ghibah) atau menanyakan hal-hal yang bersifat terlalu pribadi/sensitif yang bisa menyinggung perasaan [2].
  4. Batasan Durasi dan Berpamitan
    • Jangan Terlalu Lama: Sadar diri agar tidak membebani tuan rumah, terutama jika mereka memiliki tamu lain atau agenda lain. Segeralah berpamitan jika urusan silaturahmi sudah dirasa cukup [1, 3].
    • Mendoakan Tuan Rumah: Sebelum pulang, sampaikan doa kebaikan untuk tuan rumah, seperti doa agar rezekinya diberkahi atau amal ibadahnya diterima [3].
Dalam syariat Islam, aturan mengenai bersalaman (mushafahah) antara laki-laki dan perempuan diatur dengan cukup ketat untuk menjaga kehormatan dan menghindari fitnah, terutama dalam keramaian acara keluarga.

Berikut adalah batasan-batasan detailnya:
  1. Larangan Bersalaman dengan Non-Mahram
    Secara umum, laki-laki dan perempuan dewasa yang bukan mahram dilarang untuk bersentuhan kulit, termasuk bersalaman.
    • Siapa yang Bukan Mahram? Dalam konteks keluarga, ini termasuk sepupu, ipar (suami kakak/istri adik), suami dari bibi, atau istri dari paman. Meskipun terasa dekat karena hubungan keluarga, secara syariat mereka tetaplah non-mahram.
    • Dasar Hukum: Hadits Nabi SAW menyebutkan bahwa ditusuknya kepala seseorang dengan jarum besi lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya (HR. Thabrani).
  2. Pengecualian (Siapa yang Boleh Disalami?)
    Anda diperbolehkan bersalaman secara fisik dengan mereka yang merupakan Mahram, yaitu:
    • Orang tua, kakek, nenek.
    • Anak, cucu.
    • >Saudara kandung (kakak/adik).
    • Saudara ayah (paman/bibi dari jalur bapak) dan saudara ibu (paman/bibi dari jalur ibu).
    • Mertua dan menantu.
  3. Solusi Santun Saat Acara Keluarga
    Mengingat budaya Indonesia yang kental dengan salam-salaman, Anda tetap bisa menjaga adab tanpa harus bersentuhan fisik dengan non-mahram melalui cara berikut:
    • Salam Penghormatan: Meletakkan kedua tangan di dada (salam dada) sambil menundukkan kepala sedikit dan memberikan senyuman ramah. Ini menunjukkan rasa hormat tanpa melanggar batasan syariat.
    • Mengucapkan Salam Secara Lisan: Mendahului dengan ucapan "Assalamu'alaikum" atau "Taqabbalallahu minna wa minkum" agar suasana tetap hangat.
    • Memberi Penjelasan Halus: Jika ada kerabat yang mengajak bersalaman fisik, Anda bisa tetap tersenyum dan melakukan salam dada. Biasanya, tindakan ini sudah cukup dipahami sebagai bentuk menjaga prinsip agama tanpa harus menyinggung perasaan.
  4. Pengecualian untuk Lansia dan Anak Kecil
    Beberapa pendapat ulama memberikan kelonggaran untuk bersalaman dengan orang tua yang sudah sangat lanjut usia (yang tidak lagi memiliki syahwat) atau anak kecil yang belum tamyiz (belum mengerti aurat), selama dipastikan aman dari fitnah.
Untuk memahami siapa saja yang termasuk Mahram sangat penting agar kita tidak ragu saat bersilaturahmi. Mahram adalah orang yang haram dinikahi selamanya, sehingga kita diperbolehkan bersalaman secara fisik dengan mereka.

Berikut adalah daftar pembagian mahram berdasarkan syariat Islam:
  1. Mahram karena Nasab (Hubungan Darah)
    Ini adalah keluarga kandung Anda:
    • Orang tua: Ayah, Ibu, Kakek, dan Nenek (ke atas).
    • Anak: Anak kandung, Cucu (ke bawah).
    • Saudara: Kakak atau adik kandung (seayah seibu, atau seayah saja, atau seibu saja).
    • Keponakan: Anak dari saudara laki-laki atau saudara perempuan.
    • Paman & Bibi: Saudara laki-laki/perempuan dari Ayah atau Ibu.
  2. Mahram karena Pernikahan (Mushaharah)
    Orang yang menjadi mahram karena adanya ikatan perkawinan:
    • Mertua: Ayah atau Ibu dari suami/istri.
    • Menantu: Suami atau istri dari anak kandung.
    • Orang Tua Tiri: Ayah tiri atau Ibu tiri (dengan syarat mereka sudah melakukan hubungan suami istri dengan orang tua kandung Anda).
    • Anak Tiri: Anak dari suami/istri (dengan syarat Anda sudah melakukan hubungan suami istri dengan pasangan tersebut).
  3. Mahram karena Persusuan (Radha’ah)
    Jika Anda pernah disusui oleh wanita lain (saat usia di bawah 2 tahun), maka orang-orang berikut menjadi mahram Anda:
    • Ibu Susu dan suaminya.
    • Saudara Persusuan (anak kandung dari ibu susu tersebut).
PERHATiAN: Yang SERiNG Dianggap Mahram (Padahal Bukan)
Banyak orang salah paham dan menyalami orang-orang di bawah ini, padahal mereka Non-Mahram (Tidak boleh bersalaman fisik):
  • Sepupu: Anak dari paman atau bibi (baik dari jalur ayah maupun ibu).
  • Ipar: Suami dari kakak/adik Anda, atau istri dari kakak/adik Anda.
  • Suami Bibi / Istri Paman: (Biasa dipanggil Om/Tante/Pakde/Budhe yang masuk ke keluarga melalui pernikahan dengan paman/bibi kandung).
  • Tunangan: Meskipun sudah lamaran, statusnya tetap non-mahram hingga akad nikah sah.
Tips Praktis: Saat bertemu sepupu atau ipar, Anda cukup melakukan "Salam Dada" (mengatupkan tangan di depan dada) sambil tersenyum dan mengucapkan salam secara lisan. Ini tetap sopan dan menjaga syariat.

Ini ringkasan tabel mahram untuk memudahkan Anda membedakan siapa yang boleh disalami secara fisik dan siapa yang cukup dengan salam dada (non-mahram):
Tabel Panduan Bersalaman (Mahram vs Non-Mahram)
Kategori BOLEH Salaman Fisik (Mahram) TiDAK BOLEH Salaman (Non-Mahram)
Keluarga Inti Ayah, Ibu, Anak Kandung, Saudara Kandung (Kakak/Adik). Ipar (Suami/Istri dari kakak atau adik).
Keluarga Besar Kakek, Nenek, Cucu. Sepupu (Anak dari Paman atau Bibi).
Paman & Bibi Saudara kandung Ayah atau Ibu (Paman/Bibi Kandung). Suami dari Bibi atau Istri dari Paman.
Keponakan Anak dari saudara laki-laki atau perempuan. Anak dari sepupu.
Pernikahan Mertua, Menantu, Ayah/Ibu Tiri. Besan (Orang tua dari menantu).
Lainnya Ibu Susu & Saudara Persusuan. Tunangan, Teman, Tetangga.

Tips Singkat Saat Acara Keluarga:
  • Jika Ragu: Gunakan Salam Dada (mengatupkan tangan di depan dada) sebagai pilihan paling aman dan tetap sopan.
  • Edukasi Halus: Jika ada sepupu atau ipar yang mengajak bersalaman, Anda bisa tetap tersenyum ramah sambil melakukan salam dada agar mereka tidak merasa tersinggung.
Tren Idul Fitri 2026 (1447 H) di Indonesia didominasi oleh pergeseran ke arah kesederhanaan yang elegan, baik dalam pilihan busana maupun cara merayakannya. Berikut adalah momen dan tren spesifik yang sedang populer:
  1. Tren Busana dan Warna "Quiet Luxury"
    Tahun 2026 menandai pergeseran dari detail pakaian yang ramai menuju siluet minimalis yang fungsional dan dewasa.
    • Warna Utama: "Butter Yellow" dan "Cloud Dancer" (putih pucat netral) menjadi primadona.
    • Palet Warna: Dominasi warna Earth Tone (seperti mahogany dan olive) serta Warna Pastel lembut seperti sage green, lilac, dan dusty pink.
    • Material: Penggunaan bahan berkelanjutan (sustainable materials) seperti katun dan linen semakin diminati karena kenyamanannya.
  2. Pola Mudik dan Libur Panjang
    Pemerintah secara resmi menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 melalui Sidang Isbat Kementerian Agama.
    • Libur & Cuti Bersama: Masyarakat menikmati libur panjang mulai 18 Maret hingga 24 Maret 2026.
    • Tren "Work From Anywhere" (WFA): Tren baru di mana ASN dan pegawai swasta diperbolehkan bekerja dari mana saja (WFA) hingga 27 Maret 2026, yang membantu mendistribusikan arus balik agar tidak menumpuk.
  3. Konsumsi dan Tradisi Modern
    • Penyaluran Bantuan Lebih Awal: Muncul tren berbagi kado atau bantuan sosial sejak awal Ramadhan tanpa menunggu mendekati hari raya agar dampak bagi penerima lebih terasa.
    • Kuliner Tradisional Tetap Eksis: Nastar dan Kastengel tetap menjadi hidangan wajib di hampir setiap rumah.
    • Kenaikan Volume Kendaraan: Diperkirakan lebih dari 3,5 juta kendaraan melintasi Jakarta selama periode mudik, dengan puncak arus balik diprediksi pada 24 Maret 2026.
Mengelola keuangan selama masa Work From Anywhere (WFA) di periode Lebaran 2026 memerlukan strategi khusus, karena godaan pengeluaran saat berkumpul dengan keluarga biasanya jauh lebih tinggi.

Berikut adalah beberapa tips praktis agar dompet tetap aman hingga akhir bulan:
  1. Buat "Budget Khusus WFA"
    Jangan mencampuradukkan anggaran rutin bulanan dengan biaya selama WFA di kampung halaman atau tempat liburan.
    • Alokasi Harian: Tentukan batas maksimal pengeluaran harian untuk makan di luar atau jajan.
    • Dana Tak Terduga: Siapkan cadangan sekitar 10-15% dari total budget untuk keperluan mendadak, seperti biaya servis kendaraan atau sumbangan sosial tambahan.
  2. Pisahkan Rekening Operasional
    Gunakan dua rekening berbeda:
    • Rekening Statis: Untuk membayar tagihan rutin (listrik, cicilan, asuransi) yang jatuh tempo di akhir bulan.
    • Rekening Mobile/E-Wallet: Untuk transaksi harian selama WFA. Isi saldo secukupnya agar Anda lebih sadar (mindful) saat saldo mulai menipis.
  3. Hemat Biaya Makan dengan "Home-Cooking"
    Salah satu pengeluaran terbesar saat WFA adalah makan di luar.
    • Manfaatkan Masakan Rumah: Karena momennya Lebaran, biasanya stok makanan di rumah melimpah. Membawa bekal masakan rumah saat bekerja di co-working space atau kafe lokal bisa menghemat pengeluaran secara signifikan.
  4. Pilih Tempat Kerja yang Ekonomis
    Jika bosan bekerja di rumah:
    • Cari Perpustakaan Daerah atau Kafe Lokal: Daripada pergi ke kafe besar di pusat kota, carilah tempat lokal yang menawarkan paket WFA-Friendly (WiFi kencang + kopi/teh) dengan harga terjangkau.
    • Tethering Mandiri: Jika sinyal di rumah saudara bagus, gunakan tethering daripada harus membayar biaya masuk ke tempat tertentu.
  5. Hindari "Self-Reward" yang Berlebihan
    Euforia Lebaran seringkali memicu keinginan untuk belanja karena merasa sudah bekerja keras sepanjang Ramadhan.
    • Prinsip 24 Jam: Jika ingin membeli barang yang bukan kebutuhan pokok, tunggu 24 jam sebelum melakukan checkout. Biasanya, keinginan tersebut akan berkurang setelah Anda berpikir lebih tenang.
  6. Catat Setiap Pengeluaran Kecil
    Pengeluaran kecil seperti parkir, tip, atau jajan ringan seringkali tidak terasa namun jumlahnya besar jika diakumulasi. Gunakan aplikasi pencatat keuangan sederhana untuk memantau arus kas Anda secara real-time.
Untuk mendukung produktivitas Work From Anywhere (WFA) selama periode Lebaran 2026, berikut adalah rekomendasi aplikasi pengatur keuangan dan perkiraan tarif paket data yang sedang populer saat ini:
Rekomendasi Aplikasi Pengatur Keuangan (Personal)
Aplikasi-aplikasi ini populer di tahun 2026 karena kemampuannya dalam melakukan otomatisasi pencatatan dan fitur budgeting yang cerdas:
  • Finku: Sangat populer di tahun 2026 karena menggunakan teknologi Ai untuk mencatat pengeluaran secara otomatis dan memberikan analisis kondisi finansial secara real-time.
  • Fazza: Solusi digital bagi Anda yang ingin menggabungkan fitur tabungan dan budgeting dalam satu aplikasi agar perencanaan keuangan lebih terukur.
  • Wallet by BudgetBakers: Cocok bagi Anda yang ingin menghubungkan catatan keuangan langsung dengan rekening bank untuk memantau pengeluaran selama mudik secara otomatis.
  • Money Lover: Masih menjadi favorit karena kemudahannya dalam mengklasifikasikan pengeluaran (makan, transportasi, sedekah).
Semoga bermanfaat untuk memperdalam makna kemenangan dan mempererat silaturahmi serta segala amal ibadah selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT.

Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah
Taqabbalallāhu minnā wa minkum, mohon maaf lahir dan batin!
🙏✨🌙

Google Ai (Mode) can make mistakes, so double-check responses.




Bagi Sahabat(2x) yang ingin & berbagi dipersilahkan untuk melangkapi, dengan menuliskan komentar di bawah :)

Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron


Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
wp-thanks



Comments

Popular posts from this blog

Marhaban Ya Ramadhan !

Kultum (Tausiah) dan Sholat Tarawih di Masjid Daarut Tauhiid Bandung

Kajian Aqidah MQFM - Tingkat Keimanan Sesuai Tingkat Ketakwaan bersama Ustadz Abu Yahya Purawanto