[LiVE MPi] Menata Hati Menyambut Bulan Suci
BismillahirRahmanirRahim
Kajian Rutin Majelis Percikan Iman (MPi) Masjid Peradaban Percikan Iman Arjasari
Courtesy: Dr. Aam Amiruddin, M.Si. & Tim Manajemen Percikan Iman (Aam Amiruddin Official)
#mpi #majelispercikaniman #masjidperadaban #aamamirudinofficial #percikaniman #ustadzaam #ustadzaamamirudin #aamamirudin #percikanimanonline #perciktours #khazanahdakwah #kajianislam #videodakwah
Kajian dengan tema "Menata Hati Menyambut Bulan Suci" merupakan salah satu topik utama yang dibahas oleh Majelis Percikan Iman (MPi) pimpinan Ustadz Dr. Aam Amiruddin, M.Si menjelang bulan Ramadan 1447 H (Februari 2026).
Berikut adalah ringkasan poin-poin yang dibahas dalam kajian tersebut:
Dalam pandangan Islam, menata hati menyambut bulan suci adalah persiapan yang paling utama (prioritas) dibandingkan persiapan fisik atau materi. Hal ini karena kualitas ibadah seseorang sangat bergantung pada niat dan kebersihan batinnya (tazkiyatun nafs).
Berikut adalah langkah-langkah esensial menata hati sesuai ajaran Islam dan pandangan para ulama:
Semoga persiapan kita semua dimudahkan, hati makin lapang, dan bisa beribadah dengan maksimal di bulan suci nanti.
Selamat Menata Hati Menyambut Bulan Suci! 🙏✨
Marhaban ya Ramadhan!
Google Ai (Mode) can make mistakes, so double-check responses.
COMiNG SOON AS POSSiBLE
Kajian Rutin Majelis Percikan Iman (MPi) Masjid Peradaban Percikan Iman Arjasari
- Tema: ""MENATA HATi MENYAMBUT BULAN SUCi
- Waktu: Ahad, 15 Februari 2026 (27 Sya'ban 1447 Hijriyah)
- Tempat: Masjid Peradaban Percikan Iman - Kampung Ciwaru, RT 003, RW 003, Desa Arjasari,
Kecamatan Arjasari, Arjasari Kab. Bandung Jawa Barat.
[Lihat Peta || Pentunjuk Arah || Sumber: Sistem Informasi Masjid KEMENAG]
Courtesy: Dr. Aam Amiruddin, M.Si. & Tim Manajemen Percikan Iman (Aam Amiruddin Official)
#mpi #majelispercikaniman #masjidperadaban #aamamirudinofficial #percikaniman #ustadzaam #ustadzaamamirudin #aamamirudin #percikanimanonline #perciktours #khazanahdakwah #kajianislam #videodakwah
Google Ai (Mode) Overview
Kajian dengan tema "Menata Hati Menyambut Bulan Suci" merupakan salah satu topik utama yang dibahas oleh Majelis Percikan Iman (MPi) pimpinan Ustadz Dr. Aam Amiruddin, M.Si menjelang bulan Ramadan 1447 H (Februari 2026).
Berikut adalah ringkasan poin-poin yang dibahas dalam kajian tersebut:
- Pentingnya Persiapan Ruhani: Kajian menekankan bahwa Ramadan adalah bulan transformasi. Persiapan sebaiknya tidak hanya fisik, tetapi dimulai dari menata hati (ruhani) sejak bulan Syakban agar saat memasuki Ramadan, hati sudah dalam kondisi bersih dan siap menerima keberkahan.
- Taubat sebagai Pembersih Hati: Salah satu langkah konkret dalam menata hati adalah memperbanyak taubat nasuha dan istighfar. Membersihkan hati dari noda dosa dan penyakit hati seperti sombong atau dengki menjadi kunci agar ibadah di bulan suci terasa lebih ringan dan bermakna.
- Menetapkan Target Ibadah yang Realistis: Jamaah diingatkan untuk mulai mencicil amal shalih, seperti membiasakan bacaan Al-Quran atau memperbanyak sedekah, sesuai kemampuan diri namun konsisten (istiqamah).
- Sikap Bergembira: Menyambut Ramadan dengan rasa gembira merupakan bentuk keimanan. Kegembiraan ini diwujudkan dengan antusiasme dalam mempelajari ilmu-ilmu terkait puasa agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan sunah.
Dalam pandangan Islam, menata hati menyambut bulan suci adalah persiapan yang paling utama (prioritas) dibandingkan persiapan fisik atau materi. Hal ini karena kualitas ibadah seseorang sangat bergantung pada niat dan kebersihan batinnya (tazkiyatun nafs).
Berikut adalah langkah-langkah esensial menata hati sesuai ajaran Islam dan pandangan para ulama:
- Menanamkan Rasa Gembira (Tarhib): Kegembiraan menyambut Ramadan adalah ekspresi iman yang hidup. Dalam sebuah hadis populer disebutkan bahwa siapa pun yang bergembira dengan datangnya Ramadan, Allah akan mengharamkan jasadnya dari api neraka.
- Penyucian Hati melalui Taubat: Membersihkan "bagasi" hati dari noda dosa, kebencian, luka, atau dendam sangat penting agar ibadah terasa ringan. Para ulama menganjurkan peningkatan istighfar dan taubat nasuha sejak bulan Syakban.
- Pemurnian Niat (Ikhlas): Meluruskan motivasi ibadah semata-mata mengharap rida Allah, bukan karena kebiasaan atau tekanan sosial. Seseorang yang berpuasa dengan penuh iman dan mengharap pahala (imanan wahtisaban) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
- Mempererat Silaturahmi: Menata hati juga melibatkan hubungan antarmanusia. Meminta maaf dan berdamai dengan lingkungan sosial sebelum memasuki Ramadan dapat membebaskan diri dari emosi negatif yang menghambat kekhusyukan.
- Latihan Spiritual (Pemanasan): Membiasakan amalan sunnah seperti puasa Syakban, tilawah Al-Qur'an, dan zikir sebagai bentuk "pemanasan" agar jiwa tidak kaget saat Ramadan tiba.
- Berdoa agar Disampaikan: Memanjatkan doa agar Allah memberikan kesehatan dan kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan suci, karena setiap Ramadan adalah kesempatan yang belum tentu terulang tahun depan.
Semoga persiapan kita semua dimudahkan, hati makin lapang, dan bisa beribadah dengan maksimal di bulan suci nanti.
Selamat Menata Hati Menyambut Bulan Suci! 🙏✨
Marhaban ya Ramadhan!
Google Ai (Mode) can make mistakes, so double-check responses.
Download M4A Audio xHE-AAC
COMiNG SOON AS POSSiBLE
Related Articles: [Show]
Bagi Sahabat(2x) yang ingin & berbagi ilmu
dipersilahkan untuk melangkapi, dengan menuliskan komentar di bawah :)
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Comments
Post a Comment
Please Notices! Write NAME (nick name) to make it easier to respond to comments that you write. Comments are rude, racist, and humiliation may not be passed and it will be deleted without warning ...
* We respect your privacy and we will never share your personal information with anyone. We will never send you SPAM emails.