,
Di saat PHK massal dan jutaan orang kehilangan pekerjaan, kejahatan justru tumbuh subur. Indonesia kini disorot sebagai episentrum penipuan lowongan kerja di Asia.
Edisi Kamis, 5 Februari 2026 (18 Sya'ban 1447 Hijriyah) pukul 21.05 WiB hanya di #MetroTV.
Official.
Trending topik mengenai penipuan lowongan kerja (loker) di Indonesia saat ini menunjukkan bahwa negara ini menempati
peringkat nomor satu sebagai target penipuan loker terbesar di Asia Pasifik pada periode 2024–2025.
Berikut adalah ringkasan tren dan kasus viral terbaru:
- Tren "Pusat Penipuan Asia Pasifik"
Data terbaru dari laporan International Fraud Awareness Week 2025 mengungkapkan bahwa Indonesia menyumbang sekitar 38% kasus penipuan loker di Asia Pasifik dan 62% di kawasan Asia. Penipu memanfaatkan tingginya angka pencari kerja untuk melancarkan berbagai modus daring maupun luring.
- Kasus Viral & Modus Terbaru (2024–2026)
- Penipuan Berkedok Perusahaan Besar: Muncul poster hoaks yang mencatut nama instansi besar seperti PT Pertamina, PLN, hingga PT Telkom Indonesia untuk rekrutmen tahun 2025.
- Modus Freelance "Like & Subscribe": Pelaku menawarkan pekerjaan paruh waktu mudah (seperti menyukai unggahan media sosial) dengan komisi awal yang lancar, namun kemudian meminta korban mentransfer deposit untuk "tugas tambahan" dengan reward lebih besar yang akhirnya tidak bisa dicairkan.
- Penipuan Pekerja Migran (PMI): Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan lebih dari 300 kasus penipuan kerja luar negeri sepanjang 2025. Banyak WNI tergiur gaji besar namun berakhir terjebak dalam operasional online scam di Kamboja.
- Penahanan Ijazah & Calo: Kasus viral di Surabaya melibatkan laporan terhadap sebuah perusahaan (UD Sento Sasil) atas dugaan penahanan ijazah dan permintaan uang pengganti. Di Tegal, seorang calo yang menjanjikan kerja di PT Freeport dengan biaya administrasi ratusan ribu rupiah diarak massa karena menipu 600 orang.
- Sektor yang Paling Sering Disasar
Berdasarkan data operasional platform lowongan kerja, berikut adalah bidang pekerjaan yang paling rawan menjadi kedok penipuan:
- Administrasi dan Pendukung Kantor
- Manufaktur, Transportasi, dan Logistik
- Ritel dan Produk Konsumen
- Perdagangan dan Jasa
- Perhotelan dan Pariwisata
Ciri Utama Loker Palsu (Waspadai!)
- Meminta uang di muka dengan alasan biaya administrasi, seragam, atau pelatihan.
- Gaji tidak masuk akal untuk kualifikasi yang minim.
- Alamat email tidak resmi (menggunakan domain gratisan seperti @gmail.com atau @yahoo.com untuk posisi di perusahaan besar).
- Proses rekrutmen sangat cepat tanpa wawancara formal yang jelas.
Untuk keamanan, pastikan selalu memverifikasi lowongan kerja melalui situs resmi perusahaan atau portal pemerintah seperti Sistem Informasi Kerja (Siskotannas) milik
Kemnaker.
Untuk membantu memeriksa apakah tawaran pekerjaan itu asli atau palsu, perhatikan tanda-tanda umum penipuan lowongan kerja:
- Permintaan Uang di Muka: Perusahaan yang sah tidak akan pernah meminta pembayaran untuk proses rekrutmen, pelatihan, atau perlengkapan.
- Informasi yang Tidak Profesional atau Salah Ketik: Lowongan kerja palsu sering kali memiliki banyak kesalahan tata bahasa atau ejaan, atau terlihat tidak profesional.
- Alamat Email Generik: Perusahaan yang sah biasanya menggunakan alamat email dengan domain perusahaan mereka sendiri (misalnya, nama@namaperusahaan.com), bukan alamat email gratis seperti Gmail atau Yahoo.
- Informasi Perusahaan yang Samar: Sulit menemukan informasi yang jelas tentang perusahaan secara online, atau situs web mereka terlihat tidak profesional.
- Tekanan untuk Segera Bertindak: Penipu seringkali mendesak Anda untuk membuat keputusan atau memberikan informasi pribadi dengan cepat.
- Tawaran Gaji yang Terlalu Bagus untuk Menjadi Kenyataan: Jika tawaran gaji terdengar tidak realistis untuk posisi dan pengalaman yang diminta, berhati-hatilah.
- Wawancara atau Komunikasi yang Tidak Biasa: Waspadai jika proses rekrutmen hanya dilakukan melalui pesan instan atau platform media sosial tanpa wawancara formal atau kontak melalui saluran resmi.
- Permintaan Informasi Pribadi yang Berlebihan: Berhati-hatilah saat diminta memberikan informasi sensitif seperti nomor rekening bank atau nomor jaminan sosial di awal proses.
Jika Anda melihat salah satu tanda ini, kemungkinan besar itu adalah penipuan. Selalu lakukan riset tentang perusahaan sebelum memberikan informasi pribadi atau finansial.
Jika Anda tertipu lowongan kerja palsu, Anda harus segera mengambil tindakan untuk melaporkannya kepada pihak berwenang dan lembaga terkait di Indonesia.
Langkah Segera yang Harus Dilakukan
- Hentikan Semua Komunikasi: Segera putuskan semua kontak dengan penipu (pelaku penipuan).
- Kumpulkan Bukti: Kumpulkan semua bukti yang Anda miliki, termasuk tangkapan layar percakapan, email, bukti transfer bank, kontrak palsu, dan informasi kontak (nomor telepon, akun media sosial, dll.).
- Hubungi Bank Anda: Jika Anda telah mentransfer uang, hubungi bank Anda secepatnya untuk melaporkan penipuan tersebut. Pihak bank mungkin dapat membantu membekukan rekening penipu untuk sementara dan memulai investigasi.
- Laporkan ke Polisi Terdekat: Kunjungi Markas Kepolisian Resor (Polres) atau Markas Kepolisian Sektor (Polsek) terdekat untuk mengajukan laporan resmi. Anda perlu membawa bukti-bukti yang telah dikumpulkan dan kartu identitas yang sah. Laporan Anda akan diproses melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Tempat Melaporkan Penipuan Loker Palsu
Berikut adalah lembaga di Indonesia yang dapat menerima laporan Anda:
- Polisi Republik Indonesia (POLRi):
- Laporkan ke kantor polisi terdekat (Polsek/Polres).
- Anda juga bisa menggunakan hotline 110 atau melaporkan ke Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) melalui situs web mereka di https://patrolisiber.id.
- LAPOR! (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat): Ini adalah portal pengaduan resmi pemerintah.
- Kunjungi www.lapor.go.id.
- Pilih kategori "Penipuan Online" dan lengkapi rincian insiden serta unggah bukti pendukung.
- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker):
- Kemnaker memiliki saluran pelaporan untuk lowongan kerja palsu. Mereka mengimbau masyarakat untuk melapor jika ada paksaan pembayaran untuk mendapatkan pekerjaan.
- Perusahaan resmi tidak pernah memungut biaya dalam proses perekrutan.
- CekRekening.id:
- Situs resmi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ini memungkinkan Anda memeriksa dan melaporkan rekening bank yang mencurigakan.
- Kunjungi www.cekrekening.id untuk melaporkan nomor rekening penipu.
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK): Jika penipuan melibatkan aspek keuangan atau investasi palsu, Anda bisa menghubungi OJK.
- Hubungi call center di 157 atau melalui WhatsApp di 081-157-157-157.
Ingat, modus penipuan
lowongan kerja saat ini makin canggih, bahkan sering mencatut nama perusahaan besar atau menggunakan undangan PDF yang terlihat sangat resmi.
Agar lebih aman, selalu pastikan:
- Cek Domain Email: Perusahaan besar hampir tidak pernah menggunakan @gmail.com.
- Abaikan Undangan Berbayar: Jika ada lampiran surat yang mewajibkan Anda membayar tiket atau hotel melalui agen travel tertentu (meskipun dijanjikan reimburse), itu 100% penipuan.
- Verifikasi di Situs Resmi: Langsung buka website resmi perusahaan di bagian "Career" atau "Karir".
Google Ai (Mode) can make mistakes, so
double-check responses.
Comments
Post a Comment
Please Notices! Write NAME (nick name) to make it easier to respond to comments that you write. Comments are rude, racist, and humiliation may not be passed and it will be deleted without warning ...
* We respect your privacy and we will never share your personal information with anyone. We will never send you SPAM emails.