SatuMejaTheForum KOMPASTV -
BismillahirRahmanirRahim
KOMPAS.TV -
Presiden Prabowo bertemu tokoh oposisi untuk memperkuat stabilitas pemerintahan. Sementara mantan Presiden Jokowi justru terlihat sedang berjuang mati-matian untuk PSi.
Apakah ini manuver politik atau memang Prabowo dan Jokowi mulai pecah kongsi?
Simak pembahasan mendalamnya dalam
#SatuMejaTheForum
episode
"PRABOWO BERTEMU OPSiSi, JOKOWi MATi-MATiAN UNTUK PSi"
Edisi Rabu, 4 Februari 2026 (17 Sya'ban 1447 Hijriyah), pukul 20.30 WiB hanya di KompasTV!
bersama Host Yugi Arief Nugraha (PEMRED KompasTV) dan Narasumber:
- Cintya Amanda Labetta (JUBiR PDi-P)
- Faldo Maldini (JUBiR PSi)
- M. Qodari (Kepala Saf Kepresidenan)
- Susno Duadji (KABARASKRiM 2008-2009)
Watch Streamed at
@KOMPASTV Official
Courtesy: KOMPASTV © 2025
#SatuMejaTheForum #KompasTV
#SatuMejaTheForumKompasTV #Prabowo #Jokowi
Google Ai (Mode) Overview
[Show]
President Prabowo Subianto and 7th President Joko Widodo (Jokowi) are taking distinct political paths to consolidate power and influence, as highlighted in recent discussions by Satu Meja The Forum on Kompas TV:
- Prabowo's Outreach to "Opposition"
In late January 2026, President Prabowo held a 4.5-hour closed-door meeting at his Kertanegara residence with several prominent figures known as government critics or "opposition" voices.
- Key Figures: Attendees included former KPK Chairman Abraham Samad and activist Said Didu.
- Core Discussion: The meeting focused on sensitive national issues, including state budget leakages, corruption eradication in the natural resources sector, and potential Police (Polri) reforms.
- Objective: The administration framed the meeting as a move toward national unity and "openness to criticism," though some analysts see it as an effort to neutralize external pressure by bringing critics into the fold.
- Jokowi’s "All-Out" Support for PSi
Simultaneously, former President Jokowi has declared he will work "mati-matian" (all-out/tirelessly) to ensure the Indonesian Solidarity Party (PSi)—currently led by his son, Kaesang Pangarep—reaches the parliamentary threshold for the 2029 elections.
- "Turun Gunung" (Coming Down the Mountain): During the PSi National Working Meeting (Rakernas) in Makassar on January 31, 2026, Jokowi delivered a fiery speech, urging cadres to build the party structure down to the village and RT/RW levels.
- Motivation: Jokowi stated he is still "capable" of growing the party and acts as a primary motivator to transform PSi into a major political force.
- Political Signal: Observers interpret this as Jokowi’s strategy to maintain a political "vehicle" and safeguard his legacy outside of the PDi-P.
These developments reflect a shifting landscape where Prabowo seeks to stabilize his presidency through broad coalition-building, while Jokowi focuses on building a long-term political base through PSi.
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Ri, Joko Widodo (Jokowi), kini menempuh strategi politik yang kontras untuk memperkuat pengaruh mereka, sebagaimana diulas dalam
Satu Meja The Forum on Kompas TV:
- Prabowo Merangkul "Oposisi"
Di akhir Januari 2026, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan tertutup selama 4,5 jam di kediamannya di Kertanegara bersama sejumlah tokoh yang selama ini vokal mengkritik pemerintah.
- Tokoh yang Hadir: Di antaranya adalah mantan Ketua KPK Abraham Samad dan aktivis Said Didu.
- Fokus Diskusi: Pertemuan membahas isu-isu krusial seperti kebocoran anggaran negara, pemberantasan korupsi di sektor sumber daya alam, dan rencana reformasi Polri.
- Tujuan: Langkah ini dinilai sebagai upaya Prabowo untuk membangun persatuan nasional dan menunjukkan keterbukaan terhadap kritik guna meredam tekanan politik dari luar koalisi.
- Jokowi "Mati-matian" untuk PSi
Di sisi lain, Jokowi secara terbuka menyatakan akan berjuang "mati-matian" untuk meloloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSi)—yang kini dipimpin putranya, Kaesang Pangarep—ke Senayan pada Pemilu 2029.
- "Turun Gunung": Dalam Rakernas PSi di Makassar (31 Januari 2026), Jokowi memberikan pidato pembakar semangat agar kader memperkuat struktur partai hingga tingkat RT/RW.
- Motivasi: Jokowi menegaskan dirinya masih "mampu" untuk membesarkan partai dan ingin menjadikan PSi sebagai kekuatan politik yang signifikan.
- Sinyal Politik: Para analis melihat ini sebagai strategi Jokowi untuk memiliki "kendaraan politik" mandiri guna menjaga pengaruh dan warisan politiknya pasca-jabatan presiden.
Dinamika ini menunjukkan pergeseran peta politik: Prabowo fokus pada stabilitas pemerintahan melalui konsolidasi tokoh bangsa, sementara Jokowi fokus membangun basis kekuatan politik jangka panjang melalui PSi.
Berikut adalah rincian mengenai tuntutan para tokoh "oposisi" kepada Presiden Prabowo dan bagaimana partai politik lain merespons langkah "mati-matian" Jokowi untuk PSi:
- Poin Tuntutan Tokoh kepada Presiden Prabowo
Dalam pertemuan di Kertanegara pada akhir Januari 2026, sejumlah tokoh nasional memberikan masukan kritis yang berfokus pada perbaikan tata kelola negara:
- Pemberantasan Korupsi Strategis: Mantan Ketua KPK Abraham Samad menekankan pentingnya agenda antikorupsi internasional, termasuk penanganan suap luar negeri (foreign bribery), pengayaan kekayaan pejabat secara tidak sah (illicit enrichment), serta desakan penerbitan Perppu Perampasan Aset untuk memonitor kekayaan pejabat publik.
- Reformasi Polri: Said Didu dan tokoh lainnya mendiskusikan perlunya reformasi menyeluruh di tubuh Kepolisian Ri (Polri) untuk meningkatkan profesionalisme dan menghapus praktik represif.
- Kebocoran Anggaran: Diskusi intens mengenai dugaan kebocoran anggaran negara (disebut mencapai angka fantastis di sektor perbankan negara/Himbara) dan penyalahgunaan sumber daya alam oleh entitas swasta yang tidak patuh regulasi.
- Kedaulatan & Oligarki: Pembahasan mengenai pengaruh oligarki dalam kebijakan publik serta menjaga kedaulatan negara agar tidak didikte kepentingan tertentu.
- Respons Parpol terhadap Manuver Jokowi di PSi
Langkah Jokowi yang menyatakan siap "turun gunung" untuk memenangkan PSi di Pemilu 2029 mendapat tanggapan beragam dari partai-partai di parlemen:
- PDi Perjuangan (PDiP): Menanggapi dengan tenang namun kritis. Beberapa politisi PDiP, seperti Guntur Romli, menilai langkah tersebut lebih berorientasi pada kepentingan keluarga daripada demokrasi. Namun, secara organisatoris, PDiP menyatakan tidak khawatir karena basis massa mereka dinilai lebih solid dan "tegak lurus" pada partai.
- Partai Nasdem: Dinilai sebagai pihak yang paling perlu waspada. Analis politik seperti Adi Prayitno dari Parameter Politik Indonesia mencatat adanya perpindahan sejumlah elite Nasdem ke PSi, yang menunjukkan potensi PSi menggerus basis suara Nasdem, terutama di wilayah Indonesia Timur.
- PKB & Golkar: Cenderung melihat langkah Jokowi sebagai hak politik yang wajar bagi seorang tokoh nasional pasca-jabatan presiden. Mereka memandang PSi sebagai mitra kompetisi yang sehat dalam demokrasi.
- PSi Sendiri: Menyambut antusias arahan Jokowi untuk membangun struktur hingga tingkat desa dan RT/RW sebagai tantangan besar untuk mencapai ambisi masuk ke DPR Ri pada 2029.
Google Ai (Mode) can make mistakes, so
double-check responses.
Download M4A Audio xHE-AAC
- File Name : 20260204_SatuMejaTheForum - #Prabowo Bertemu Oposisi, Jokowi Mati-Matian untuk PSi xHE-AAC.KOMPASTV-HD.m4a
- File Info : 16.9 MiB, M4A-Audio, 0 h 44 min 32 s, Exhale 1.2.2-c33cf75b, USAC, xHE-AAC+eSBR-Preset #b, 151 kb/s, Variable, 2 channels, 48.0 KHz
- Source : SOGO Royal DVBT2 (32MB) Devices
• MPEG-TS, AVC, High@L4, 3600 kb/s, 1920x1080 pixels, 25.000 FPS, 8 bits
• MPEG, Version 1, Layer 2, Constant, 128 kb/s, 2 channels, 48.0 kHz, Delay -391 ms
- Download Link : [https://1024terabox.com/s/14m35gDP0P1t6Kw5I0PEgaA]
Bagi Sahabat(2x) yang ingin & berbagi
dipersilahkan untuk melangkapi, dengan menuliskan komentar di bawah :)
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Comments
Post a Comment
Please Notices! Write NAME (nick name) to make it easier to respond to comments that you write. Comments are rude, racist, and humiliation may not be passed and it will be deleted without warning ...
* We respect your privacy and we will never share your personal information with anyone. We will never send you SPAM emails.