CHi iNEWS - Jangan Ikut Membenci Hanya Karena Mendengar Cerita Buruk Orang Lain
- Get link
- X
- Other Apps
By
home7ech
-
BismillahirRahmanirRahim
Sajian Religi Bernuansa Islami Yang Ditayangkan Di iNews Setiap Sabtu dan Minggu pukul 12.00 WiB.
Saksikan CAHAYA HATi iNDONESiA EdisiMinggu, 25 Januari 2025 (6 Sya'ban 1447 Hijriyah)
dengan tema "JANGAN oKIT MEMBENCi HANYA KARENA MENDENGAR CERiTA BURUK ORANG LAiN"
hanya di @officialinewstv!
Watch Streamed at @OfficialiNews Playlist CHi : [https://youtu.be/pw-ee-sFPzs]
Courtesy : iNews Media Group || MNC GROUP © 2026
#inews #MNCGROUP #inewsmediagroup #cahayahatiindonesia #islam
Google Ai (Mode) Overview [Show]
Related Articles:
Sajian Religi Bernuansa Islami Yang Ditayangkan Di iNews Setiap Sabtu dan Minggu pukul 12.00 WiB.
Saksikan CAHAYA HATi iNDONESiA EdisiMinggu, 25 Januari 2025 (6 Sya'ban 1447 Hijriyah)
dengan tema "JANGAN oKIT MEMBENCi HANYA KARENA MENDENGAR CERiTA BURUK ORANG LAiN"
hanya di @officialinewstv!
Watch Streamed at @OfficialiNews Playlist CHi : [https://youtu.be/pw-ee-sFPzs]
Courtesy : iNews Media Group || MNC GROUP © 2026
#inews #MNCGROUP #inewsmediagroup #cahayahatiindonesia #islam
Google Ai (Mode) Overview [Show]
Berdasarkan informasi mengenai tayangan Cahaya Hati Indonesia iNews untuk edisi hari Minggu, 25 Januari 2026, berikut adalah rincian mengenai pemandu acara dan pematerinya:
Pesan utama dari tayangan Cahaya Hati Indonesia iNews edisi 25 Januari 2026 menekankan pentingnya menjaga kejernihan hati dan sikap pentingnya tabayyun (klarifikasi) agar tidak mudah terpengaruh oleh cerita buruk orang lain (kabar burung) guna menghindari fitnah dan kebencian.
Berikut adalah poin-poin hikmah yang disampaikan dalam edisi tersebut:
Apakah Anda sedang menghadapi situasi spesifik yang memerlukan saran mengenai cara melakukan klarifikasi secara bijak?
Contoh penerapan tabayyun
Penerapan tabayyun dalam kehidupan sehari-hari bertujuan untuk mencegah fitnah dan menjaga hubungan baik antar sesama.
Berikut adalah beberapa contoh konkret penerapannya:
Dalam tayangan Cahaya Hati Indonesia edisi 25 Januari 2026, dijelaskan bahwa ghibah (membicarakan aib orang lain) bukan sekadar percakapan biasa, melainkan perbuatan yang membawa dampak buruk bagi dunia dan akhirat.
Berikut adalah bahaya utama ghibah yang perlu diwaspadai:
Apakah Anda ingin mengetahui tips praktis untuk mengalihkan pembicaraan saat orang lain mulai mengajak Anda berghibah?
Ya, beri tips praktis
Berikut adalah tips praktis untuk menghindari atau menghentikan pembicaraan saat seseorang mulai mengajak Anda berghibah (membicarakan keburukan orang lain):
Apakah Anda ingin saya buatkan contoh kalimat spesifik untuk menghadapi situasi tertentu, misalnya di lingkungan kantor atau grup WhatsApp?
Contoh kalimat spesifik
Berikut adalah beberapa contoh kalimat spesifik yang bisa Anda gunakan untuk menolak ghibah secara halus namun tegas, disesuaikan dengan situasinya:
Respons Google Ai (Mode) mungkin berisi kesalahan. Pelajari lebih lanjut
- Pemandu Acara: David Chalik.
- Pemateri (Ulama/Narasumber): Habib Alwi, Ustaz Abdul, Ustaz Munawir Ngacir.
- Waktu Tayang: Minggu pukul 12.00 WiB.
Pesan utama dari tayangan Cahaya Hati Indonesia iNews edisi 25 Januari 2026 menekankan pentingnya menjaga kejernihan hati dan sikap pentingnya tabayyun (klarifikasi) agar tidak mudah terpengaruh oleh cerita buruk orang lain (kabar burung) guna menghindari fitnah dan kebencian.
Berikut adalah poin-poin hikmah yang disampaikan dalam edisi tersebut:
- Bahaya Prasangka: Membenci seseorang hanya berdasarkan cerita pihak lain tanpa bukti nyata adalah bentuk ketidakadilan yang dapat merusak tali silaturahmi.
- Larangan Ghibah: Mendengarkan dan ikut menyebarkan cerita buruk orang lain termasuk perbuatan ghibah yang sangat dilarang dalam ajaran Islam.
- Menjaga Lisan dan Telinga: Seorang Muslim diperintahkan untuk menjaga pendengarannya dari hal-hal negatif agar hati tidak mudah terkotori oleh kebencian.
- Objektivitas: Setiap informasi yang diterima harus disaring kembali. Keburukan seseorang di mata satu pihak belum tentu menjadi kebenaran mutlak.
Apakah Anda sedang menghadapi situasi spesifik yang memerlukan saran mengenai cara melakukan klarifikasi secara bijak?
Contoh penerapan tabayyun
Penerapan tabayyun dalam kehidupan sehari-hari bertujuan untuk mencegah fitnah dan menjaga hubungan baik antar sesama.
Berikut adalah beberapa contoh konkret penerapannya:
- Menghadapi Berita di Media Sosial
Saat menerima pesan berantai atau unggahan yang menyudutkan pihak tertentu (seperti tokoh publik atau instansi), jangan langsung menyebarkannya. Gunakan situs cek fakta seperti Cek Fakta Liputan6 atau TurnBackHoax.id untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut sebelum berkomentar atau membagikannya. - Menyelesaikan Konflik Rumah Tangga atau Pertemanan
Jika Anda mendengar dari orang ketiga bahwa seorang teman membicarakan keburukan Anda, jangan langsung memusuhi teman tersebut. Temui dia secara langsung, sampaikan apa yang Anda dengar dengan tenang, dan tanyakan kebenarannya agar tidak terjadi salah paham. - Lingkungan Kerja
Apabila ada rumor mengenai rekan kerja yang melakukan kesalahan atau akan dipecat, jangan ikut memojokkan rekan tersebut. Jika Anda memiliki wewenang atau kepentingan, tanyakan langsung pada atasan atau bagian terkait (HRD) untuk mendapatkan data yang akurat sesuai fakta kerja. - Menanggapi Cerita Negatif Tentang Orang Lain
Sesuai tema Cahaya Hati Indonesia, ketika seseorang datang kepada Anda untuk menceritakan sisi buruk orang lain, berhentilah bersikap pasif. Anda bisa berkata, "Saya belum mendengar dari sisi dia, jadi saya tidak bisa menghakimi." Hal ini menghentikan rantai kebencian yang tidak berdasar. - Verifikasi Urusan Transaksi (Jual Beli)
Sebelum melakukan transaksi besar berdasarkan rekomendasi atau iklan, lakukan pengecekan ulang terhadap ulasan pembeli dan legalitas penjual. Hal ini merupakan bentuk tabayyun dalam aspek muamalah agar terhindar dari penipuan.
Dalam tayangan Cahaya Hati Indonesia edisi 25 Januari 2026, dijelaskan bahwa ghibah (membicarakan aib orang lain) bukan sekadar percakapan biasa, melainkan perbuatan yang membawa dampak buruk bagi dunia dan akhirat.
Berikut adalah bahaya utama ghibah yang perlu diwaspadai:
- Dianalogikan Memakan Bangkai Saudara Sendiri: Sesuai Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 12, pelaku ghibah digambarkan seperti memakan daging saudaranya yang sudah mati. Ini menunjukkan betapa menjijikkannya perbuatan tersebut di mata Allah.
- Menghapus Amal Kebaikan: Ghibah sering disebut sebagai "perampok pahala". Pahala kebaikan orang yang berghibah akan ditransfer kepada orang yang dizaliminya (dibicarakan aibnya) di hari kiamat nanti.
- Merusak Persaudaraan dan Ukhuwah: Ghibah menciptakan rasa saling tidak percaya, kebencian, dan memicu perpecahan dalam lingkungan keluarga, pertemanan, maupun kerja.
- Penyebab Siksa Kubur: Dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa salah satu penyebab seseorang disiksa di dalam kubur adalah karena kegemarannya mengadu domba dan membicarakan aib orang lain.
- Menutup Pintu Rahmat: Hati orang yang gemar berghibah akan menjadi keras dan sulit menerima hidayah atau nasihat kebenaran karena dipenuhi dengan penyakit hati.
Apakah Anda ingin mengetahui tips praktis untuk mengalihkan pembicaraan saat orang lain mulai mengajak Anda berghibah?
Ya, beri tips praktis
Berikut adalah tips praktis untuk menghindari atau menghentikan pembicaraan saat seseorang mulai mengajak Anda berghibah (membicarakan keburukan orang lain):
- Gunakan Teknik Mengalihkan Topik (Pivot)
Segera setelah lawan bicara mulai menyebutkan aib orang lain, alihkan ke topik yang netral namun tetap menarik.
Contoh: "Eh, ngomong-ngomong soal dia, saya baru ingat kemarin dia posting soal resep makanan. Kamu sudah coba belum cafe baru di dekat sini?"
- Beri Pembelaan yang Sopan (Positive Framing)
Cobalah mencari sisi baik dari orang yang sedang dibicarakan untuk mendinginkan suasana.
Contoh: "Mungkin dia sedang ada masalah berat yang tidak kita tahu, ya. Seingat saya, dia orangnya sangat disiplin kalau soal kerjaan."
- Sampaikan Keberatan Secara Halus (To The Point)
Jika percakapan semakin intens, jangan ragu untuk menyampaikan bahwa Anda merasa tidak nyaman.
Contoh: "Maaf ya, saya merasa kurang nyaman kalau kita bicarakan ini tanpa ada orangnya. Lebih baik kita bahas yang lain saja yuk."
- Ingatkan dengan Dalil atau Hikmah
Jika berbicara dengan sesama Muslim, Anda bisa mengingatkan tentang prinsip tabayyun yang dibahas di Cahaya Hati Indonesia.
Contoh: "Tadi saya dengar di iNews, kita harus hati-hati menerima cerita buruk supaya tidak jadi fitnah. Takutnya kita malah ikut berdosa."
- Alasan "Meninggalkan Tempat"
Jika pembicaraan tidak bisa dihentikan, cara paling aman adalah menjauh secara fisik dengan alasan logis.
Contoh: "Aduh, maaf sekali saya harus ke toilet sebentar," atau "Saya harus telepon orang rumah dulu ya, silakan dilanjut."
- Gunakan Teknik "Silent Treatment" (Diam)
Jangan memberi respon berupa pertanyaan lanjutan, tawa, atau anggukan. Tanpa dukungan dari pendengar, biasanya orang yang berghibah akan kehilangan minat untuk melanjutkan ceritanya.
Apakah Anda ingin saya buatkan contoh kalimat spesifik untuk menghadapi situasi tertentu, misalnya di lingkungan kantor atau grup WhatsApp?
Contoh kalimat spesifik
Berikut adalah beberapa contoh kalimat spesifik yang bisa Anda gunakan untuk menolak ghibah secara halus namun tegas, disesuaikan dengan situasinya:
- Di Lingkungan Kantor (Rekan Kerja)
Menghadapi rekan yang mulai bergosip tentang atasan atau teman setim:
"Wah, saya kurang tahu kalau soal itu. Tapi sejauh ini, kerjaan dia ke saya lancar-lancar saja sih. Fokus selesaikan laporan ini dulu yuk biar bisa pulang cepat."
"Kayaknya mending kita nggak bahas itu di sini, takutnya ada yang salah dengar malah jadi masalah kantor. Mending bahas rencana makan siang nanti gimana?"
- Di Grup WhatsApp
Menghadapi anggota grup yang membagikan tangkapan layar (screenshot) atau cerita miring:
"Teman-teman, yuk kita tabayyun dulu sebelum kasih komentar. Takutnya infonya belum tentu benar dan malah jadi fitnah buat kita semua."
"Izin ya teman-teman, saya lebih nyaman kalau grup ini isinya info yang bermanfaat saja. Saya skip dulu ya untuk bahasan yang ini."
- Di Lingkungan Pertemanan (Nongkrong)
Saat teman mulai membicarakan aib teman lainnya yang tidak hadir:
"Eh, kasihan ah kalau dia diomongin pas nggak ada. Dia kan teman kita juga. Mending kita bahas [sebutkan hobi/topik populer] yang kemarin kamu ceritain itu."
"Gue nggak berani ikut campur urusan itu sih, takut salah paham. Mending kita doakan saja yang terbaik buat dia."
- Menghadapi Keluarga atau Saudara
Saat kumpul keluarga dan ada pembicaraan tentang "aib" kerabat lain:
"Bukannya membela ya, tapi kita kan nggak tahu kondisi aslinya di dalam rumah tangga mereka seperti apa. Lebih baik kita jaga silaturahmi saja daripada bahas yang negatif."
"Daripada bahas kejelekan orang, mending kita bahas rencana liburan keluarga besar tahun ini yuk, biar makin kompak."
- Respon Paling "Netral" (Jika Tak Ingin Konfrontasi)
Jika Anda sungkan menegur secara langsung:
"Oh ya? Saya kurang tahu informasinya sih, jadi nggak berani komentar apa-apa." "Aduh, saya lagi fokus mikirin [urusan lain] nih, jadi nggak nyambung kalau bahas itu. Maaf ya."
Respons Google Ai (Mode) mungkin berisi kesalahan. Pelajari lebih lanjut
Related Articles:
- Ketika Rasa Iri Bisa Menyakiti Orang Lain
- CHi iNEWS - Kesombongan Akan Harta Membawa Petaka: Belajar Dari Tragedi Qarun
- CHi iNEWS - Al-Qur'an Pengingat Biar Hidup Nggak Kebablasan
Bagi Sahabat(2x) yang ingin & berbagi
dipersilahkan untuk melangkapi, dengan menuliskan komentar di bawah :)
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Cahaya Hati Indonesia
Dakwah Islam
iNEWS
Jangan Ikut Membenci Hanya Karena Mendengar Cerita Buruk Orang Lain
Kajian Islam
Tabligh
- Get link
- X
- Other Apps

Comments
Post a Comment
Please Notices! Write NAME (nick name) to make it easier to respond to comments that you write. Comments are rude, racist, and humiliation may not be passed and it will be deleted without warning ...
* We respect your privacy and we will never share your personal information with anyone. We will never send you SPAM emails.