Top Economy METROTV - Ekonomi Ri Tumbuh Nomor I Di G-20

Top Economy METROTV - Ekonomi Ri Tumbuh Nomor I Di G-20
BismillahirRahmanirRahim
MetroTV, Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV 2025 tumbuh tinggi 5,39%. Sehingga pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 mencapai 5,11%, tertinggi diantara 20 ekonomi terbesar dunia negara-negara anggota G-20. Seperti apa potret terkini perekonomian Indonesia?
Simak pembahasannya dalam #TOPECONOMY dengan tema “EKONOMi Ri TUMBUH NOMOR 1 Di G-20"
Edisi Selasa, 10 Februari 2026 (23 Sya'ban 1447 Hijriyah) hanya di METRO TV

Watch Streamed at @METROTVNEWS Official



--> Courtesy: MetrotvNews || MEDiA GROUP © 2026
#TopEconomyMetroTV #TopEconomy #TopNews #MetroTV #Ekonomi #G20 #Indonesia #Masyarakat #Industri

Google Ai (Mode) Overview


Berdasarkan data terbaru per 10 Februari 2026, ekonomi Indonesia dilaporkan tumbuh di peringkat teratas di antara negara-negara G-20 untuk tahun fiskal 2025.
Berikut adalah rincian capaian tersebut:
  • Peringkat G-20: Indonesia menempati posisi pertama dalam pertumbuhan ekonomi tahunan (full year) 2025 di antara anggota G-20 yang telah merilis data mereka.
  • Angka Pertumbuhan: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11% sepanjang tahun 2025.
  • Kuartal iV-2025: Pertumbuhan pada kuartal terakhir tahun 2025 melonjak signifikan hingga 5,39% (yoy), menjadi pendorong utama capaian tahunan tersebut.
  • Perbandingan Negara Lain: Dengan angka 5,11%, Indonesia melampaui raksasa ekonomi lainnya seperti China (5,0%), Arab Saudi (4,5%), dan Singapura (4,4%).
  • Pendorong Utama: Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, lonjakan belanja pemerintah sebesar 37,68% pada kuartal iV, serta sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh hampir 9%.
  • Konteks Global: Presiden Prabowo Subianto menyebut capaian ini sebagai bukti ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar angka, melainkan strategi untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).
Berikut adalah strategi utama dan tantangan untuk mencapainya:
  1. Sektor Kunci Pendorong (The Engines)
    • Hilirisasi Total: Perluasan hilirisasi dari sektor tambang (seperti nikel) ke sektor pertanian, perkebunan (sawit ke avtur), dan perikanan untuk meningkatkan nilai tambah ekspor secara masif.
    • Swasembada Energi & Pangan: Mengurangi ketergantungan impor melalui pengembangan biofuel (B50) dan pembukaan lumbung pangan (food estate) baru untuk menghemat devisa negara.
    • Ekonomi Digital & Hijau: Memanfaatkan potensi ekonomi karbon dan transisi energi hijau untuk menarik investasi asing langsung (FDi) berkualitas tinggi.
  2. Strategi Fiskal & Investasi
    • Peningkatan Rasio Pajak: Pemerintah menargetkan kenaikan tax ratio menjadi 18-23% guna membiayai proyek infrastruktur strategis tanpa membebani utang luar negeri secara berlebihan.
    • Investasi Padat Karya: Mengalihkan fokus investasi ke sektor yang menyerap banyak tenaga kerja guna menekan angka pengangguran dan memperkuat daya beli masyarakat.
  3. Tantangan Utama
    • Ketidakpastian Geopolitik: Perang dagang dan konflik global yang dapat mengganggu rantai pasok energi dan pangan dunia.
    • Kualitas Sumber Daya Manusia: Kebutuhan akan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri teknologi tinggi dan hilirisasi.
    • Inkonsistensi Kebijakan: Diperlukan kepastian hukum agar investor berani menanamkan modal jangka panjang untuk mencapai target ambisius tersebut.
Capaian 5,11% pada 2025 dianggap sebagai fondasi awal. Para ahli berpendapat bahwa untuk mencapai 8%, Indonesia memerlukan lompatan investasi minimal 10-15% per tahun.

Dalam upaya mengejar target pertumbuhan 8%, pemerintah telah mengidentifikasi beberapa sektor "kuda hitam" yang diprediksi akan memberikan lonjakan kontribusi signifikan mulai tahun 2026. Berbeda dengan sektor tradisional seperti tambang, sektor-sektor ini berbasis pada teknologi tinggi dan kedaulatan sumber daya hayati.
Berikut adalah tiga sektor utama yang diproyeksikan menjadi mesin baru ekonomi Indonesia:
  1. Industri Semikonduktor (Teknologi Chip)
    Pada Januari 2026, Presiden Prabowo memberikan instruksi tegas untuk membangun kembali kemandirian industri semikonduktor nasional.
    • Target: Indonesia berambisi menjadi bagian dari rantai pasok global chip, terutama untuk kebutuhan otomotif (EV) dan perangkat elektronik.
    • Langkah Strategis: Pemerintah berencana membentuk BUMN khusus semikonduktor dan telah menjalin kemitraan dengan perusahaan global asal Inggris. Dana sebesar Rp16,8 triliun disiapkan untuk memulai fondasi industri ini di tahun 2026.
  2. Ekonomi Biru & Hilirisasi Laut
    Laut Indonesia kini diposisikan sebagai "mesin baru" pertumbuhan ekonomi yang selama ini belum tergarap optimal.
    • Hilirisasi Rumput Laut: Komoditas ini diproyeksikan menjadi produk turunan bernilai tinggi, mulai dari pupuk organik hingga bahan baku bioplastik.
    • Investasi Prioritas: Terdapat 18 proyek hilirisasi strategis senilai Rp618 triliun yang ditargetkan mulai berjalan penuh pada 2026. Sektor ini diperkirakan mampu menyerap hingga 276.000 tenaga kerja baru.
  3. Bioavtur berbasis Kelapa Sawit
    Indonesia menargetkan diri menjadi produsen avtur terbesar dunia dengan memanfaatkan kekayaan kelapa sawit.
    • Transformasi Energi: Bukan lagi sekadar ekspor CPO, fokus dialihkan ke produksi bioavtur (bahan bakar pesawat ramah lingkungan) untuk pasar global yang mulai beralih ke emisi rendah.
    • Kedaulatan Energi: Penggunaan limbah sawit menjadi bioavtur dipandang sebagai kunci utama untuk mencapai pertumbuhan 8% sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar internasional.
  4. Ekonomi Digital & Karbon
    • Kontribusi PDB: Sektor digital diprediksi akan menyumbang sekitar 8% terhadap PDB nasional dengan pertumbuhan tahunan di atas 8,5%.
    • Kredit Karbon: Tata kelola ekosistem karbon biru (seperti mangrove dan lamun) mulai diperkuat pada Februari 2026 sebagai sumber pendapatan baru dari kompensasi emisi global.
Melalui sinergi sektor-sektor ini, pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi akan meningkat secara bertahap menuju angka 8% pada tahun 2029.

Keberhasilan target 8% ini memang sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah yang stabil dan sektor industri yang inovatif. Jika Anda ingin memantau perkembangan indikator ekonomi secara real-time, Anda bisa merujuk pada portal Badan Pusat Statistik (BPS) atau siaran pers resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Google Ai (Mode) can make mistakes, so double-check responses.




Bagi Sahabat(2x) yang ingin & berbagi dipersilahkan untuk melangkapi, dengan menuliskan komentar di bawah :)

Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron


Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
wp-thanks



Comments

Popular posts from this blog

Marhaban Ya Ramadhan !

Kajian Aqidah MQFM - Tingkat Keimanan Sesuai Tingkat Ketakwaan bersama Ustadz Abu Yahya Purawanto

MotoGP Race - PERTAMiNA Grand Prix of Indonesia (2025) TRANS7-HD