FDD12 - Menciptakan Maestro Seni Ukir Kelas Dunia
BismillahirRahmanirRahim
MetroTV, Forum Diskusi Denpasar 12 - Edisi ke-273
LiVE Zoom & Streamed on April 29, 2026
Seni ukir merupakan salah satu ekspresi budaya adiluhung Indonesia yang telah berkembang selama berabad-abad, dengan Jepara sebagai pusat unggulan yang dikenal secara global. Tradisi ukir kayu Jepara bukan hanya sekadar produk estetika, tetapi juga mengandung nilai sejarah, filosofi, serta identitas budaya yang diwariskan lintas generasi. Dalam konteks global, pelindungan dan pengembangan warisan budaya takbenda menjadi prioritas internasional, terutama melalui kerangka UNESCO dan Konvensi 2003 tentang Intangible Cultural Heritage (iCH). Salah satu prasyarat penting dalam pengusulan warisan budaya takbenda adalah adanya sistem transmisi pengetahuan yang terdokumentasi dengan baik, dari maestro kepada generasi penerus.
Menyikapi hal tersebut, Forum Diskusi Denpasar 12 (FDD12 menyelenggarakan diskusi bertemakan “Menciptakan Maestro Seni Ukir Kelas Dunia.” FDD12 merupakan diskusi yang digagas oleh Ibu Lestari Moerdijat selaku Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (Ri).
Tim Forum Diskusi Denpasar 12
@ForumDiskusiDenpasar12 ¦¦ @MetroTVNews
Courtesy: Forum Diskusi Denpasar 12 || MetrotvNews || MEDiA GROUP © 2026
#FDD12 #LestariMoerdijat #ForumDiskusiDenpasar12 #Denpasar12 #SeniUkir #Jepara #WarisanBudaya #UNESCO #MaestroIndonesia #BudayaIndonesia #LocalPride
Menciptakan maestro seni ukir kelas dunia membutuhkan pendekatan yang lebih dari sekadar mengasah keterampilan teknis. Ini adalah tentang menggabungkan warisan budaya adiluhung dengan sentuhan modernisasi agar tetap relevan di panggung internasional.
Berikut adalah poin-poin krusial dalam membangun ekosistem maestro seni ukir kelas dunia:
Diskusi yang dibuka oleh Wakil Ketua MPR Ri, Lestari Moerdijat, ini menyoroti beberapa poin penting berikut:
Pasca siaran Forum Diskusi Denpasar 12 (FDD12) pada Rabu sore (29 April 2026), muncul berbagai tanggapan yang menyoroti urgensi penyelamatan seni ukir Indonesia. Berikut adalah rangkuman analisis pakar dan reaksi yang berkembang di ruang publik:
Silakan cek kanal Youtube resmi #ForumDiskusiDenpasar12 untuk melihat siaran ulang atau rangkuman diskusi tersebut agar mendapatkan kutipan langsung dari para narasumber.
"Melahirkan maestro seni ukir kelas dunia bukan sekadar soal mengasah keterampilan tangan, melainkan tentang membangun ekosistem yang menghargai kreativitas, mempercepat regenerasi melalui pendidikan, dan menempatkan warisan budaya sebagai identitas bangsa yang tak ternilai di mata dunia."
Have a great day! ✨🌙
Disclaimer: "Google Ai (Mode) can make mistakes, so double-check responses".
MetroTV, Forum Diskusi Denpasar 12 - Edisi ke-273
LiVE Zoom & Streamed on April 29, 2026
Seni ukir merupakan salah satu ekspresi budaya adiluhung Indonesia yang telah berkembang selama berabad-abad, dengan Jepara sebagai pusat unggulan yang dikenal secara global. Tradisi ukir kayu Jepara bukan hanya sekadar produk estetika, tetapi juga mengandung nilai sejarah, filosofi, serta identitas budaya yang diwariskan lintas generasi. Dalam konteks global, pelindungan dan pengembangan warisan budaya takbenda menjadi prioritas internasional, terutama melalui kerangka UNESCO dan Konvensi 2003 tentang Intangible Cultural Heritage (iCH). Salah satu prasyarat penting dalam pengusulan warisan budaya takbenda adalah adanya sistem transmisi pengetahuan yang terdokumentasi dengan baik, dari maestro kepada generasi penerus.
Menyikapi hal tersebut, Forum Diskusi Denpasar 12 (FDD12 menyelenggarakan diskusi bertemakan “Menciptakan Maestro Seni Ukir Kelas Dunia.” FDD12 merupakan diskusi yang digagas oleh Ibu Lestari Moerdijat selaku Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (Ri).
- Tema: "MENCiPTAKAN MAESTRO SENi UKiR KELAS DUNiA".
- Kegiatan dilaksanakan:
- Hari, Tanggal: Rabu, 29 April 2026 (11 Dzulkaidah #1447 #Hijriyah)
- Pukul: 14.00 WiB - selesai.
- Pengantar: Dr. Lestari Moerdijat, S.S., M.M. (Wakil Ketua MPR Ri)
- Pembicara (Narasumber):
- Dr. Restu Gunawan, M.Hum. (Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia)
- Nano Warsono (Kurator Seni)
- Suwarno Wisetrotomo (Kurator Seni)
- Penanggap: Arief Akhyat (Pengamat Seni Ukir)
- Penutup: Saur Hutabarat (Wartawan Senior)
- Moderator: Eva Kusuma Sundari (Staf Khusus Wakil Ketua MPR Ri)
Tim Forum Diskusi Denpasar 12
Watch Streamed at YouTube Official:
@ForumDiskusiDenpasar12 ¦¦ @MetroTVNews
#FDD12 #LestariMoerdijat #ForumDiskusiDenpasar12 #Denpasar12 #SeniUkir #Jepara #WarisanBudaya #UNESCO #MaestroIndonesia #BudayaIndonesia #LocalPride
Google Ai (Mode) Overview
Menciptakan maestro seni ukir kelas dunia membutuhkan pendekatan yang lebih dari sekadar mengasah keterampilan teknis. Ini adalah tentang menggabungkan warisan budaya adiluhung dengan sentuhan modernisasi agar tetap relevan di panggung internasional.
Berikut adalah poin-poin krusial dalam membangun ekosistem maestro seni ukir kelas dunia:
- Regenerasi dan Pendidikan Berkelanjutan
Tantangan terbesar saat ini adalah krisis regenerasi di kalangan anak muda.- Kurikulum Terintegrasi: Mengembalikan muatan lokal seni ukir ke sekolah-sekolah agar siswa mengenal teknik menggambar, motif, dan desain sejak dini.
- Transmisi Pengetahuan: Memastikan adanya dokumentasi dan transfer ilmu yang sistematis dari para maestro senior kepada generasi penerus untuk menjaga identitas budaya.
- Pusat Pelatihan Modern: Membangun fasilitas yang tidak hanya mengajarkan teknik manual, tetapi juga penggunaan alat modern untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi tanpa menghilangkan nilai seninya.
- Modernisasi dan Inovasi Desain
Untuk bersaing secara global, karya ukir harus mampu menjawab kebutuhan pasar modern.- Relevansi Pasar: Mengembangkan desain furnitur dan dekorasi yang sesuai dengan tren gaya hidup dunia namun tetap membawa karakter unik lokal.
- Pemanfaatan Teknologi: Menggunakan bantuan mesin atau teknologi digital dalam proses pra-produksi untuk mempercepat pengerjaan detail yang repetitif, sehingga seniman bisa fokus pada sentuhan artistik akhir.
- "Memanusiakan" Seniman Ukir
Maestro lahir ketika seorang pengukir tidak lagi dianggap hanya sebagai buruh, melainkan sebagai artis.- Apresiasi Karya: Memberikan penghargaan tinggi terhadap ide dan kreativitas yang dituangkan dalam setiap ukiran.
- Ekosistem Kreatif: Menciptakan ruang diskusi dan pameran seperti Forum Diskusi Denpasar 12 atau Pameran Tatah untuk meningkatkan rasa bangga dan eksistensi para pengukir.
- Branding dan Akses Pasar Global
Memposisikan seni ukir Indonesia (seperti ukir Jepara) sebagai warisan budaya dunia yang prestisius.- Digital Branding: Membangun kehadiran daring melalui situs web profesional dan media sosial untuk menjangkau kolektor internasional secara langsung.
- Sertifikasi dan Legalitas: Memperkuat posisi produk dengan dukungan legalitas seperti Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) untuk menjamin kualitas dan keberlanjutan bahan baku bagi pasar global.
- Pengakuan Internasional: Terus mendorong seni ukir agar diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO guna meningkatkan nilai jual dan kebanggaan nasional.
Diskusi yang dibuka oleh Wakil Ketua MPR Ri, Lestari Moerdijat, ini menyoroti beberapa poin penting berikut:
- Identitas Budaya Bangsa: Seni ukir, khususnya dari Jepara, dipandang bukan sekadar komoditas pasar, melainkan bagian dari jati diri dan warisan intelektual leluhur yang harus dijaga keberlangsungannya.
- Upaya Menuju UNESCO: Forum ini membahas langkah strategis untuk mengajukan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Dunia ke UNESCO. Transmisi pengetahuan yang terdokumentasi dari para maestro kepada generasi muda menjadi kunci utama keberhasilan pengajuan tersebut.
- Pembangunan Ekosistem Maestro: Para pakar dalam diskusi tersebut, seperti kurator seni Suwarno Wisetrotomo dan Nano Warsono, menekankan bahwa lahirnya maestro baru membutuhkan ekosistem yang sehat, dukungan lintas pihak, serta grand design yang kuat agar profesi pengukir tetap memiliki nilai tawar tinggi di era modern.
- Regenerasi yang Mendesak: Diskusi merespons kekhawatiran atas penurunan drastis jumlah pengukir handal di Jepara, sehingga diperlukan upaya kolaboratif untuk menarik minat generasi muda melalui modernisasi tanpa menghilangkan nilai filosofisnya.
Pasca siaran Forum Diskusi Denpasar 12 (FDD12) pada Rabu sore (29 April 2026), muncul berbagai tanggapan yang menyoroti urgensi penyelamatan seni ukir Indonesia. Berikut adalah rangkuman analisis pakar dan reaksi yang berkembang di ruang publik:
- Analisis Pakar dan Narasumber
Para ahli yang hadir dalam diskusi tersebut memberikan perspektif kritis mengenai keberlanjutan profesi maestro:- Nano Warsono (Kurator Seni): Menekankan bahwa menjadi maestro bukan sekadar soal kemahiran teknis, melainkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan selera global. Ia menyoroti bahwa industri saat ini masih sering menggunakan strategi lama yang kurang fleksibel terhadap permintaan pasar modern.
- Suwarno Wisetrotomo (Kurator Seni): Menitikberatkan pada pentingnya ekosistem kreatif. Menurutnya, pemerintah dan pemangku kepentingan harus menciptakan "panggung" bagi pengukir agar karya mereka tidak hanya berakhir sebagai komoditas furnitur massal, melainkan karya seni yang dihargai tinggi.
- Arif Akhyat (Pengamat Seni): Menyoroti aspek transmisi pengetahuan. Ia memperingatkan bahwa tanpa dokumentasi sejarah dan pengetahuan yang sistematis, identitas seni ukir kita akan memudar seiring berjalannya waktu.
- Isu yang Menjadi Sorotan Netizen
Di media sosial, diskusi ini memicu perdebatan mengenai kesejahteraan para perajin yang menjadi faktor utama penghambat regenerasi:- Krisis Regenerasi: Publik banyak menyoroti data penurunan jumlah pengukir di Jepara—dari 15.000-an pada tahun 2007 menjadi hanya beberapa ratus orang saat ini. Banyak komentar yang merasa prihatin karena profesi ini dianggap kurang menjanjikan secara ekonomi bagi generasi muda.
- Upah Rendah: Netizen menekankan bahwa honor pengukir seringkali berada di bawah upah industri lain (seperti pabrik garmen), yang menyebabkan anak-anak muda lebih memilih bekerja di sektor manufaktur daripada meneruskan warisan leluhur.
- Dukungan UNESCO: Banyak dukungan yang mengalir agar pengajuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Dunia ke UNESCO segera terealisasi. Langkah ini dinilai sebagai cara paling efektif untuk meningkatkan nilai tawar dan kebanggaan nasional terhadap seni ukir.
- Poin Rekomendasi Forum
Hasil diskusi tersebut mendorong adanya sinergi konkret antara Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Daerah untuk:- Mempercepat pendaftaran hak kekayaan intelektual kolektif.
- Mengintegrasikan seni ukir ke dalam sistem pendidikan formal di daerah basis (seperti Jepara) agar literasi budaya tumbuh sejak dini.
- Memperluas akses pasar internasional melalui digital branding yang lebih profesional.
Silakan cek kanal Youtube resmi #ForumDiskusiDenpasar12 untuk melihat siaran ulang atau rangkuman diskusi tersebut agar mendapatkan kutipan langsung dari para narasumber.
"Melahirkan maestro seni ukir kelas dunia bukan sekadar soal mengasah keterampilan tangan, melainkan tentang membangun ekosistem yang menghargai kreativitas, mempercepat regenerasi melalui pendidikan, dan menempatkan warisan budaya sebagai identitas bangsa yang tak ternilai di mata dunia."
Have a great day! ✨🌙
Disclaimer: "Google Ai (Mode) can make mistakes, so double-check responses".
Related Articles: [Show]
Bagi Sahabat(2x) yang ingin & berbagi
dipersilahkan untuk melangkapi, dengan menuliskan komentar di bawah :)
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Comments
Post a Comment
Please Notices! Write NAME (nick name) to make it easier to respond to comments that you write. Comments are rude, racist, and humiliation may not be passed and it will be deleted without warning ...
* We respect your privacy and we will never share your personal information with anyone. We will never send you SPAM emails.