FDD12 - Fenomena Grooming Anak Perspektif Hukum dan Psikologi
- Get link
- X
- Other Apps
By
home7ech
-
BismillahirRahmanirRahim
MetroTV, Forum Diskusi Denpasar 12
(Forum Diskusi Denpasar 12 - Edisi ke-263 - Edisi ke-263)
Tema: “FENOMENA GROOMiNG ANAK: PERSPEKTiF HUKUM DAN PSiKOLOGi”.
Kegiatan dilaksanakan:
Pembicara (Narasumber):
Penutup: Saur Hutabarat (Wartawan Senior)
Moderator: Nur Amalia (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR Ri)
Salam Hormat,
Tim Forum Diskusi Denpasar 12
Watch Streamed at @ForumDiskusiDenpasar12 || @MetroTVNews Official
Courtesy : Forum Diskusi Denpasar 12 || MetrotvNews || MEDiA GROUP © 2026
#FDD12 #LestariMoerdijat #ForumDiskusiDenpasar12 #GroomingAnak #PerspektifHukum #PerspektifPsikologi
MetroTV, Forum Diskusi Denpasar 12
(Forum Diskusi Denpasar 12 - Edisi ke-263 - Edisi ke-263)
Tema: “FENOMENA GROOMiNG ANAK: PERSPEKTiF HUKUM DAN PSiKOLOGi”.
Kegiatan dilaksanakan:
- Hari, Tanggal: Rabu, 28 Januar1 2026 (9 Sya'ban 1447 Hijriyah)
- Pukul: 14.00 WiB - selesai.
Pembicara (Narasumber):
- Ratna Susianawati, S.H., M.H (Plt. Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ri.
- Amelia Anggraini (Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem – Anggota DPR Ri).
- AKBP Dwi Astuti, S.H., M.A. (Kanit II Subdit II Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri).
- Debora Basaria, M.Psi., Psikolog (Dosen Psikologi, Universitas Tarumanagara).
Penutup: Saur Hutabarat (Wartawan Senior)
Moderator: Nur Amalia (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR Ri)
Salam Hormat,
Tim Forum Diskusi Denpasar 12
Watch Streamed at @ForumDiskusiDenpasar12 || @MetroTVNews Official
#FDD12 #LestariMoerdijat #ForumDiskusiDenpasar12 #GroomingAnak #PerspektifHukum #PerspektifPsikologi
Google Ai (Mode) Overview [Show]
Fenomena child grooming merupakan proses manipulasi psikologis sistematis yang dilakukan oleh orang dewasa (predator) untuk membangun kepercayaan dan ikatan emosional dengan anak dengan tujuan akhir eksploitasi, baik secara seksual, fisik, maupun material.
Berikut adalah analisis fenomena tersebut dari perspektif psikologi dan hukum:
Penanganan pasca-grooming memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan aspek psikologis, medis, dan hukum guna memulihkan trauma korban serta memastikan keadilan.
Berikut adalah langkah-langkah krusial dalam penanganan tersebut:
Cara Kumpulkan Bukti Digital
Mengumpulkan bukti digital untuk kasus child grooming membutuhkan ketelitian agar bukti tersebut sah dan kuat di mata hukum (memenuhi syarat otentik dan integritas sesuai UU iTE dan UU TPKS).
Berikut adalah langkah-langkah teknis mengumpulkan bukti digital: Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kasus child grooming atau perilaku seksual yang tidak pantas terhadap anak di bawah umur, penting untuk segera mencari bantuan profesional dan melaporkannya kepada pihak berwenang. Ini adalah situasi yang sangat serius yang memerlukan penanganan dari para ahli.
Berikut adalah beberapa sumber daya yang dapat memberikan dukungan dan membantu Anda dalam melaporkan kasus tersebut:
Tips Menjaga Keamanan Digital
Menjaga keamanan digital sangat penting di era digital saat ini. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda meningkatkan keamanan digital Anda:
Mengamankan Hotspot Pribadi
Mengamankan personal hotspot sangat penting agar koneksi Anda tidak "ditumpangi" orang asing atau menjadi pintu masuk serangan siber.
Berikut cara praktis mengamankan hotspot pribadi Anda:
Berikut adalah analisis fenomena tersebut dari perspektif psikologi dan hukum:
- Perspektif Psikologi: Kejahatan Sunyi dan Manipulatif
Dari sisi psikologi, grooming dianggap sebagai "kejahatan sunyi" karena sering tidak disadari oleh korban maupun lingkungan sekitarnya hingga tahap eksploitasi terjadi. - Tahapan Manipulasi: Pelaku biasanya memulai dengan pendekatan yang ramah, memberikan perhatian berlebih, validasi emosional, dan hadiah untuk menciptakan ketergantungan.
- Isolasi dan Rahasia: Setelah hubungan dekat terbentuk, pelaku mulai menanamkan doktrin agar anak merahasiakan hubungan tersebut, yang secara perlahan menjauhkan anak dari pengawasan orang tua.
- Dampak Psikologis: Korban sering mengalami trauma jangka panjang, termasuk gangguan kecemasan, depresi, post-traumatic stress disorder (PTSD), rendahnya harga diri, hingga kesulitan membangun hubungan sehat di masa depan.
- Perspektif Hukum: Tantangan Regulasi di Indonesia
Secara hukum, Indonesia belum memiliki undang-undang yang mengatur child grooming secara spesifik sebagai delik pidana yang mandiri, sehingga penegakannya sering menghadapi celah hukum. - Payung Hukum yang Digunakan: Aparat penegak hukum biasanya menggunakan pasal-pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak (khususnya Pasal 76E terkait bujuk rayu untuk perbuatan cabul), UU iTE (untuk grooming online), dan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
- Kelemahan Pembuktian: Tantangan utama dalam perspektif hukum adalah sulitnya membuktikan unsur pidana sebelum terjadi kontak fisik atau pengiriman konten asusila, karena proses "pendekatan" (grooming) itu sendiri sering dianggap sebagai interaksi sosial biasa.
- Urgensi Regulasi: Para ahli hukum menekankan pentingnya kriminalisasi terhadap proses grooming itu sendiri—bukan hanya saat eksploitasi terjadi—untuk mencegah kejahatan sejak tahap dini.
- Indikasi yang Perlu Diwaspadai
Orang tua dapat memantau beberapa indikasi perubahan perilaku pada anak sebagai deteksi dini: - Anak menjadi lebih tertutup atau sering menyembunyikan layar gadget.
- Menerima hadiah dari orang yang tidak dikenal atau orang dewasa yang terlalu akrab.
- Perubahan suasana hati yang drastis, seperti sering merasa takut, cemas, atau sulit tidur.
- Adanya rahasia khusus antara anak dengan orang dewasa tertentu.
- Pelecehan anak (child grooming) adalah proses yang dilakukan oleh orang dewasa untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan koneksi emosional dengan anak atau remaja, dengan tujuan akhir untuk melakukan eksploitasi atau pelecehan seksual. Ini adalah bentuk manipulasi yang berbahaya dan ilegal.
- Pelaku grooming bisa siapa saja, termasuk orang asing di internet atau orang yang sudah dikenal anak, seperti anggota keluarga, guru, pelatih, atau teman orang tua. Mereka sering kali menggunakan taktik yang cerdas untuk mendekati anak, membangun kepercayaan, dan membuat anak merasa istimewa atau diperhatikan.
- Tujuan utama dari proses grooming adalah untuk mengisolasi anak dari orang dewasa yang peduli, membuat anak merasa bersalah atau takut, dan secara bertahap menormalkan atau mempersiapkan anak untuk tindakan seksual. Proses ini bisa memakan waktu lama dan seringkali sulit dikenali oleh orang di sekitar anak karena perilaku pelaku pada awalnya mungkin tampak normal atau bahkan positif.
- Jika Anda melihat tanda-tanda mencurigakan atau perubahan perilaku pada anak, penting untuk menanggapi dengan serius dan mencari bantuan dari sumber yang terpercaya. Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut melalui layanan pengaduan SAPA 129 dari Kementerian PPPA.
Penanganan pasca-grooming memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan aspek psikologis, medis, dan hukum guna memulihkan trauma korban serta memastikan keadilan.
Berikut adalah langkah-langkah krusial dalam penanganan tersebut:
- Pendampingan Psikologis (Pemulihan Trauma)
Ini adalah prioritas utama untuk mengatasi dampak emosional yang sering kali bersifat "silent trauma." - Terapi Spesialis: Melakukan sesi dengan psikolog klinis atau psikiater menggunakan metode seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) untuk membantu anak memproses manipulasi yang dialaminya.
- Menghilangkan Rasa Bersalah: Korban grooming sering merasa bersalah karena mereka "menikmati" perhatian atau hadiah dari pelaku. Perlu ditekankan bahwa tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan orang dewasa (pelaku), bukan anak.
- Dukungan Keluarga: Orang tua harus menciptakan ruang aman tanpa menghakimi agar anak merasa terlindungi kembali.
- Jalur Hukum dan Pelaporan
Penanganan hukum sangat penting untuk menghentikan siklus predator dan memberikan perlindungan formal. - Layanan Aduan Pemerintah: Segera hubungi Layanan SAPA 129 atau WhatsApp ke 08111-129-129 yang dikelola oleh Kementerian PPPA untuk mendapatkan pendampingan awal.
- Laporan Polisi: Melaporkan kejadian ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di kepolisian setempat dengan menyertakan bukti digital (chat, foto, atau riwayat panggilan) jika grooming dilakukan secara daring.
- Bantuan Hukum: Mengakses bantuan dari lembaga seperti LBH APiK untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi selama proses peradilan.
- Langkah Medis dan Keamanan Digital
- Visum Et Repertum: Jika telah terjadi kontak fisik, pemeriksaan medis diperlukan untuk bukti hukum dan kesehatan fisik anak.
- Digital Detox & Security: Memutus semua akses komunikasi antara pelaku dan korban. Ganti nomor telepon, akun media sosial, dan lakukan pemantauan ketat terhadap aktivitas internet anak sementara waktu.
- Peran Lembaga Negara
Negara menyediakan fasilitas khusus melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di setiap daerah. Lembaga ini biasanya menyediakan:- Tempat penampungan sementara (safe house).
- Pendampingan hukum gratis.
- Layanan konseling berkelanjutan.
Cara Kumpulkan Bukti Digital
Mengumpulkan bukti digital untuk kasus child grooming membutuhkan ketelitian agar bukti tersebut sah dan kuat di mata hukum (memenuhi syarat otentik dan integritas sesuai UU iTE dan UU TPKS).
Berikut adalah langkah-langkah teknis mengumpulkan bukti digital: Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kasus child grooming atau perilaku seksual yang tidak pantas terhadap anak di bawah umur, penting untuk segera mencari bantuan profesional dan melaporkannya kepada pihak berwenang. Ini adalah situasi yang sangat serius yang memerlukan penanganan dari para ahli.
Berikut adalah beberapa sumber daya yang dapat memberikan dukungan dan membantu Anda dalam melaporkan kasus tersebut:
- SAPA 129: Hubungi hotline 129 atau WhatsApp ke 08111-129-129 untuk mendapatkan pendampingan hukum dan psikologis.
- Patroli Siber: Laporkan akun atau konten mencurigakan melalui laman patrolisiber.id untuk penanganan terkait kejahatan siber.
- Unit PPA: Datangi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di kantor polisi terdekat untuk membuat laporan resmi.
Tips Menjaga Keamanan Digital
Menjaga keamanan digital sangat penting di era digital saat ini. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda meningkatkan keamanan digital Anda:
- Gunakan Kata Sandi yang Kuat dan Unik: Hindari menggunakan kata sandi yang mudah ditebak seperti tanggal lahir atau nama. Gunakan kombinasi huruf besar dan kecil, angka, dan simbol. Jangan gunakan kata sandi yang sama untuk semua akun Anda. Pertimbangkan untuk menggunakan pengelola kata sandi untuk menyimpan kata sandi Anda dengan aman.
- Aktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA): Otentikasi dua faktor menambahkan lapisan keamanan tambahan ke akun Anda. Biasanya, ini melibatkan penggunaan kata sandi ditambah dengan kode yang dikirimkan ke ponsel Anda atau dihasilkan oleh aplikasi otentikator.
- Perbarui Perangkat Lunak dan Aplikasi Anda: Pembaruan perangkat lunak seringkali mencakup perbaikan keamanan yang penting. Pastikan sistem operasi, peramban web, dan semua aplikasi Anda selalu diperbarui.
- Waspada terhadap Phishing: Phishing adalah upaya untuk mendapatkan informasi sensitif seperti nama pengguna, kata sandi, dan detail kartu kredit dengan menyamar sebagai entitas tepercaya dalam komunikasi elektronik. Jangan klik tautan atau unduh lampiran dari email atau pesan yang mencurigakan.
- Cadangkan Data Anda secara Teratur: Cadangkan file penting Anda secara teratur ke drive eksternal atau layanan penyimpanan cloud. Ini akan membantu Anda memulihkan data Anda jika perangkat Anda hilang, dicuri, atau rusak.
- Gunakan Jaringan Wi-Fi yang Aman: Hindari menggunakan jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman untuk melakukan transaksi sensitif. Jika Anda harus menggunakan Wi-Fi publik, gunakan Virtual Private Network (VPN) untuk mengenkripsi koneksi Anda.
- Perhatikan Izin Aplikasi: Saat menginstal aplikasi baru, perhatikan izin yang dimintanya. Berikan hanya izin yang diperlukan agar aplikasi berfungsi dengan baik.
- Bersihkan Riwayat Penjelajahan dan Cookie Anda: Bersihkan riwayat penjelajahan dan cookie Anda secara teratur untuk melindungi privasi Anda.
- Pikirkan Sebelum Berbagi Online: Berhati-hatilah dengan informasi pribadi yang Anda bagikan di media sosial dan platform online lainnya. Informasi ini dapat digunakan oleh orang lain untuk tujuan jahat.
- Gunakan Perangkat Lunak Keamanan yang Terkemuka: Instal perangkat lunak antivirus dan anti-malware yang terkemuka di perangkat Anda dan pastikan selalu diperbarui.
Mengamankan Hotspot Pribadi
Mengamankan personal hotspot sangat penting agar koneksi Anda tidak "ditumpangi" orang asing atau menjadi pintu masuk serangan siber.
Berikut cara praktis mengamankan hotspot pribadi Anda:
- Ubah Nama Hotspot (SSiD) yang Unik
Jangan gunakan nama default yang menunjukkan model ponsel Anda (misal: "iPhone 15 Pro" atau "Samsung S24"). Nama default memudahkan peretas mengidentifikasi jenis perangkat dan mencari celah keamanannya. Gunakan nama yang umum dan tidak mengandung unsur personal. - Gunakan Protokol Keamanan Terbaru
Pastikan pengaturan hotspot Anda menggunakan enkripsi paling kuat yang tersedia di perangkat: - WPA3: Standar terbaru dan paling aman. Sangat direkomendasikan jika ponsel Anda mendukungnya.
- WPA2 (AES): Pilihan standar yang masih sangat aman jika WPA3 belum tersedia.
- Hindari protokol WEP atau WPA lama yang sangat mudah dibobol.
- Buat Kata Sandi yang Kompleks
Hindari kombinasi angka berurutan (12345678) atau kata yang mudah ditebak. Gunakan minimal 12 karakter yang mencakup huruf besar/kecil, angka, dan simbol. Anda bisa menggunakan alat seperti Avast Password Generator untuk membuat sandi yang kuat. - Aktifkan Fitur "Matikan Otomatis"
Aktifkan fitur "Turn off hotspot automatically" jika tidak ada perangkat yang terhubung. Hal ini mencegah hotspot tetap aktif secara diam-diam dan menghemat baterai serta mengurangi risiko deteksi oleh pihak luar. - Pantau Perangkat yang Terhubung
Cek secara berkala daftar "Connected Devices" di menu pengaturan hotspot Anda. Jika melihat perangkat yang tidak dikenal, segera putuskan koneksi dan ganti kata sandi Anda saat itu juga. - Batasi Jumlah Koneksi
Beberapa ponsel memungkinkan Anda membatasi jumlah maksimum perangkat yang boleh terhubung (misal: dibatasi hanya 2 perangkat). Ini adalah cara efektif untuk memastikan tidak ada "penumpang gelap" meskipun mereka mengetahui sandi Anda. - Hindari Berbagi Sandi via QR Code di Tempat Umum
Berbagi koneksi melalui QR Code memang praktis, namun pastikan tidak ada orang asing yang ikut memindai kode tersebut saat Anda menunjukkannya kepada teman.
Related Articles: [Show]
- FDD12 - Mitigasi Dampak Cuaca Ekstrem di Awal Tahun 2026
- FDD12 - Kedaulatan Negara dan Kepentingan Nasional dalam Operasi Militer Amerika di Venezuela
- FDD12 - Indonesia Economic Outlook 2026
- EconomicOutlook2026_KompasTV - Nyalakan Mesin Pertumbuhan Baru
- FDD12 - Potensi Ancaman Fenomena Hidrometeorologi Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru
- FDD12 - TPPO 2025: Wajah Baru Perbudakan Modern terhadap Perempuan & Anak
- FDD12 - Perubahan Iklim di Indonesia Menjelang Akhir 2025
- FDD12 - Membangun Persahabatan Sehat, Mencegah Bullying di Sekolah
- FDD12 - Membangun Ekosistem Pemberdayaan Perempuan Berkelanjutan melalui Kebijakan Pendidikan Berbasis Kebutuhan Perempuan Pedalaman
- FDD12 - Dialog Kebijakan Terkait Sistem Pelaporan Kasus Dengue
- FDD12 - Kepemimpinan Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045
- FDD12 - Menuju 100 Tahun KOWANi & Peringatan 80 Tahun PBB
- FDD12 - Kesejahteraan Hewan Adalah Kesejehateraan Bumi
- FDD12 - Pemerintahan Berbasis Artificial Intelegence (Ai)
- FDD12 - Akses Pasien Kanker atas Diagnosis dan Pengobatan Tepat Waktu
- FDD12 - Peran Indonesia Dalam Perdamaian Timur Tengah Pasca Serangan Israel ke Qatar
- FDD12 - Pendidikan Keluarga untuk Mewujudkan Kesehatan Jiwa Holistik
- FDD12 - Penguatan SDM & FPP Jantung di Indonesia
- FDD12 - Prospek Perdamaian Rusia-Ukraina dan Dampaknya bagi Indonesia
Bagi Sahabat(2x) yang ingin & berbagi
dipersilahkan untuk melangkapi, dengan menuliskan komentar di bawah :)
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
Semoga Bermanfaat, Terima Kasih !!!
Jazakumullohu Khouiron Katsiron
Thanks for Stopping By !
#FreePalestine #StayHealty #BeHappy
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment
Please Notices! Write NAME (nick name) to make it easier to respond to comments that you write. Comments are rude, racist, and humiliation may not be passed and it will be deleted without warning ...
* We respect your privacy and we will never share your personal information with anyone. We will never send you SPAM emails.