,
BMKG memperkirakan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga awal Februari 2026. Saat ini, banjir di wilayah hilir dan longsor di kawasan hulu seolah menjadi peristiwa rutin tahunan yang jadwalnya sudah dapat diperkirakan, namun kerap gagal diantisipasi. Meski sebagian besar bencana di Indonesia bersifat hidrometeorologi, garis pembatas antara faktor alam dan ulah manusia kini semakin kabur.
Edisi 28 Januari 2026 (10 Sya'ban 1447 Hijriyah) pukul 21.05 WiB LiVE hanya di #MetroTV
"Rutinitas" bencana di Indonesia merupakan perpaduan antara dinamika alam yang tak terelakkan dan dampak aktivitas manusia yang memperburuk keadaan. Berdasarkan data terbaru, berikut adalah rangkuman penyebab bencana di Indonesia:
- Bencana Akibat Dinamika Alam (Geologi & Iklim)
Beberapa bencana murni terjadi karena proses alami Bumi yang berada di wilayah Ring of Fire:
- Gempa Bumi & Tsunami: Dipicu oleh aktivitas tektonik pada lempeng Bumi yang tidak dipengaruhi manusia secara langsung.
- Letusan Gunung Berapi: Rutinitas vulkanisme yang merupakan proses geologis alami.
- Anomali Cuaca: BMKG mencatat bahwa cuaca ekstrem dan fenomena seperti siklon tropis (misalnya Siklon Sinyar pada akhir 2025) memicu lonjakan curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir besar.
- Bencana Akibat Ulah Manusia (Antropogenik)
Banyak bencana yang semula dianggap "alam" kini diklasifikasikan sebagai bencana antropogenik atau diperparah oleh manusia:
- Banjir & Tanah Longsor: Sekitar 70% kejadian banjir dipicu oleh ulah manusia. Penyebab utamanya meliputi alih fungsi lahan di hulu, penggundulan hutan, serta pembangunan di daerah resapan air.
- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Menurut BNPB, 99% kejadian Karhutla di Indonesia disebabkan oleh aktivitas manusia, baik disengaja (pembukaan lahan) maupun karena kelalaian.
- Kekeringan: Sering kali dipicu oleh berkurangnya cadangan air tanah akibat hilangnya vegetasi dan betonisisasi lahan.
- Statistik Terkini (2024–2025)
- Dominasi Hidrometeorologi: Lebih dari 90% bencana di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, cuaca ekstrem) yang sangat dipengaruhi oleh kualitas lingkungan hidup.
- Tahun 2025: Tercatat 3.176 kejadian bencana hingga akhir tahun, dengan korban jiwa mencapai 1.554 orang—meningkat signifikan dari tahun 2024 meski jumlah kejadiannya menurun sedikit.
- Awal 2026: Hingga akhir Januari 2026, Jawa Barat masih dalam kewaspadaan tinggi akibat potensi curah hujan ekstrem yang memicu longsor di wilayah seperti Cisarua.
Singkatnya, sementara pemicunya bisa berupa hujan lebat (alam), skala kerusakan dan frekuensi rutinitas bencana sering kali merupakan hasil dari kerusakan lingkungan dan tata kelola lahan yang buruk.
Ingin tahu lebih lanjut? Saya bisa membantu dengan:
- Peta daerah rawan bencana di provinsi Anda.
- Panduan mitigasi mandiri untuk menghadapi banjir atau gempa.
- Update cuaca terkini dari BMKG untuk wilayah tertentu.
Panduan Mitigasi Mandiri Untuk Menghadapi Banjir Atau Gempa.
Mitigasi mandiri adalah kunci keselamatan karena saat bencana terjadi, Anda adalah penolong pertama bagi diri sendiri. Berikut adalah panduan praktis berdasarkan standar keselamatan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Palang Merah Indonesia:
- Mitigasi Mandiri: Gempa Bumi
Gempa terjadi tiba-tiba, jadi fokus utama adalah refleks perlindungan diri.
- Saat Getaran Terjadi:
- Drop, Cover, Hold On: Merunduk, cari perlindungan di bawah meja kuat, dan pegang kaki meja hingga getaran berhenti.
- Jauhi Kaca & Benda Gantung: Hindari jendela, cermin, atau lemari yang bisa roboh.
- Jika di Luar: Cari ruang terbuka, jauhi bangunan tinggi, tiang listrik, dan pohon.
- Setelah Getaran:
- Keluar dengan Tertib: Jangan gunakan lift. Gunakan tangga darurat.
- Matikan Sumber Api: Segera matikan gas dan aliran listrik untuk mencegah kebakaran.
- Mitigasi Mandiri: Banjir
Banjir biasanya dapat diprediksi lewat peringatan cuaca, sehingga Anda punya waktu untuk persiapan logistik.
- Pra-Banjir (Kesiapsiagaan):
- Pahami Level Ketinggian: Ketahui kapan Anda harus mulai evakuasi (misal: air mencapai mata kaki di dalam rumah).
- Amankan Dokumen: Masukkan ijazah, sertifikat, dan surat penting ke dalam plastik kedap air (ziplock) dan simpan di posisi tinggi.
- Ganjal Furnitur: Gunakan blok kayu atau batu bata untuk menaikkan posisi barang elektronik dari lantai.
- Saat Banjir:
- Putus Aliran Listrik: Matikan panel listrik utama agar tidak terjadi korsleting fatal.
- Evakuasi Dini: Jangan menunggu air setinggi pinggang. Evakuasi saat hari masih terang.
- Persiapan Wajib: Tas Siaga Bencana (TSB)
Siapkan satu tas ransel yang bisa langsung dibawa dalam keadaan darurat, berisi:
- Logistik: Air minum, makanan kering (biskuit/energi bar), dan obat-obatan pribadi.
- Alat Bantu: Senter (dengan baterai cadangan), peluit (untuk meminta tolong), dan power bank.
- Perlengkapan: Masker, uang tunai secukupnya, dan pakaian ganti untuk 3 hari.
Untuk mempermudah persiapan Anda, saya bisa bantu cek hal berikut:
- Daftar lengkap isi Tas Siaga Bencana sesuai standar resmi.
- Aplikasi peringatan dini (seperti InfoBMKG atau InaRiSK) yang wajib diinstal.
- Cara mengecek potensi bahaya spesifik di lokasi rumah Anda saat ini.
Daftar Lengkap Isi Tas Siaga Bencana Sesuai Standar Resmi.
Tentu, memiliki Tas Siaga Bencana (TSB) atau Go-Bag adalah langkah mitigasi paling krusial.
Berikut adalah daftar lengkap isi Tas Siaga Bencana sesuai standar resmi dari
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan organisasi kemanusiaan seperti
Palang Merah Indonesia (PMi), yang dirancang untuk bertahan hidup minimal
3x24 jam (3 hari) pasca-bencana:
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kategori Barang ¦¦ Detail Item yang Harus Ada ¦¦ Keterangan Penting
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Dokumen Penting ¦¦ - Kartu Keluarga (KK) ¦¦ Masukkan semua dokumen ke dalam plastik kedap air
¦¦ ¦¦ atau ziplock agar aman dari banjir.
¦¦ - Kartu Tanda Penduduk (KTP) ¦¦
¦¦ - Akta Lahir & Surat Nikah ¦¦
¦¦ - Buku Tabungan & Polis Asuransi ¦¦
¦¦ - Surat/Sertifikat Berharga (opsional) ¦¦
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2. Logistik & Air ¦¦ - Air minum (minimal 1 liter/orang) ¦¦ Ganti air dan makanan setiap 6 bulan sekali.
¦¦ - Makanan siap santap (kaleng/sachet) ¦¦ Pilih makanan tinggi kalori & tahan lama
¦¦ ¦¦ (biskuit, energi bar, mi instan).
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
3. Obat-obatan & P3K ¦¦ - Obat pribadi (misal: insulin, asma) ¦¦ Pastikan stok cukup untuk 3-5 hari.
¦¦ - Kotak P3K standar (kasa steril, ¦¦
¦¦ plester, pembalut luka, antiseptik, ¦¦
¦¦ parasetamol) ¦¦
¦¦ - Masker medis ¦¦
¦¦ - Hand sanitizer & tisu basah/kering ¦¦ Menjaga kebersihan sangat penting.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
4. Pakaian & Selimut ¦¦ - Pakaian ganti (1-2 stel) ¦¦ Pilih bahan yang mudah kering dan menghangatkan.
¦¦ - Pakaian dalam ¦¦
¦¦ - Handuk kecil/lap ¦¦
¦¦ - Selimut darurat (thermal blanket) ¦¦
¦¦ atau sarung ¦¦ Menjaga suhu tubuh. ¦¦
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
5. Alat Komunikasi & ¦¦ ¦¦
Penerangan ¦¦ - Senter/headlamp ¦¦ Pastikan baterai berfungsi.
¦¦ - Baterai cadangan (AA/AAA) ¦¦
¦¦ - Power bank ¦¦ Isi penuh daya sebelum disimpan.
¦¦ - Peluit ¦¦ Digunakan untuk meminta pertolongan jika terjebak.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
6. Perlengkapan Tambahan ¦¦ - Uang tunai secukupnya ¦¦ ATM mungkin tidak berfungsi pasca-bencana.
¦¦ - Alat tulis ¦¦
¦¦ - Korek api/pemantik api ¦¦
¦¦ - Pembuka makanan kaleng ¦¦
¦¦ - Radio portabel (opsional) ¦¦ Untuk mendengarkan informasi resmi dari pemerintah/BNPB.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tips Penting dalam Menyiapkan TSB:
- Gunakan Ransel: Agar kedua tangan bebas bergerak saat evakuasi.
- Letakkan di Tempat Mudah Dijangkau: Jangan simpan di gudang terkunci atau di lantai atas yang sulit diakses. Tempatkan di dekat pintu keluar utama.
- Libatkan Keluarga: Setiap anggota keluarga (terutama yang sudah besar) wajib tahu di mana TSB disimpan dan apa isinya.
Mempersiapkan ini sekarang jauh lebih baik daripada panik saat kejadian!
Google Ai (Mode) can make mistakes, so
double-check responses.
Comments
Post a Comment
Please Notices! Write NAME (nick name) to make it easier to respond to comments that you write. Comments are rude, racist, and humiliation may not be passed and it will be deleted without warning ...
* We respect your privacy and we will never share your personal information with anyone. We will never send you SPAM emails.