KH. Abdullah Gymnastiar
Al-Kabir (Maha Besar) dan Al-Adzim (Maha Agung) dalam QS. Al-Baqarah Ayat 255
KH. Abdullah Gymnastiar || Radio
Dalam
QS. Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi), Allah menutup ayat tersebut dengan dua Nama Indah-Nya:
Al-Aliyy (Maha Tinggi) dan
Al-Adzim (Maha Agung). Meskipun
Al-Kabir (Maha Besar) dan
Al-Adzim (Maha Agung) memiliki kemiripan makna, keduanya memiliki nuansa yang berbeda dalam menggambarkan kebesaran Allah.
Berikut adalah penjelasan mengenai kedua nama tersebut dalam konteks keagungan Allah:
- Al-Adzim (Maha Agung)
Nama ini secara eksplisit disebutkan di akhir Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255).
- Makna: Menggambarkan keagungan yang bersifat intrinsik, tak terbatas, dan melampaui segala bentuk pemahaman makhluk.
- Konteks Ayat Kursi: Setelah menjelaskan bahwa Kursi (kekuasaan/ilmu) Allah meliputi langit dan bumi serta Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah menegaskan bahwa Dia adalah Al-Adzim. Ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang besar di alam semesta ini menjadi kecil di hadapan keagungan-Nya.
- Penerapan: Nama ini sering diucapkan saat rukuk dalam salat sebagai pengakuan atas keagungan Allah.
- Al-Kabir (Maha Besar)
Nama ini sering disandingkan dengan Al-Aliyy (Maha Tinggi) dalam ayat lain, seperti di Surat Luqman ayat 30 dan Surat Saba' ayat 23.
- Makna: Menekankan bahwa Allah adalah yang terbesar jika dibandingkan dengan segala sesuatu yang ada. Tidak ada yang lebih besar dari-Nya dalam hal Zat, sifat, maupun perbuatan.
- Perbedaan Halus: Jika Al-Adzim lebih menekankan pada keagungan yang menimbulkan rasa hormat dan takut (awe-inspiring), Al-Kabir sering kali menekankan kesempurnaan-Nya yang melampaui segala ukuran.
- Penerapan: Nama ini menjadi dasar dari seruan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar).
Hubungan Keduanya di Alam Semesta
- Kekuasaan Mutlak: Kedua nama ini menegaskan bahwa tidak ada makhluk yang memiliki hak untuk sombong, karena kesombongan adalah "selendang" Allah dan keagungan adalah "sarung-Nya".
- Pemeliharaan Alam: Dalam Ayat Kursi, penyebutan Al-Adzim di akhir ayat berfungsi sebagai kesimpulan bahwa pemeliharaan seluruh alam semesta bagi-Nya adalah hal yang sangat ringan karena kebesaran-Nya yang mutlak.
Apakah Anda ingin saya membantu menjelaskan lebih detail mengenai:
- Kandungan lain dalam Ayat Kursi?
- Perbedaan spesifik antara Al-Kabir, Al-Adzim, dan Al-Mutakabbir?
- Manfaat spiritual mengamalkan kedua nama ini dalam zikir?
Perbedaan Spesifik antara Al-Kabir, Al-Adzim, dan Al-Mutakabbir?
Ketiga nama ini memang memiliki akar makna "besar" atau "agung," namun para ulama menjelaskan perbedaan spesifik dalam penggunaannya untuk menggambarkan sifat-sifat Allah:
- Al-Adzim (Maha Agung): Menggambarkan keagungan yang bersifat intrinsik dan tak terbatas pada Zat dan Sifat Allah. Nama ini sering dihubungkan dengan kekuasaan yang membuat makhluk merasa kecil dan penuh hormat (seperti saat rukuk). Dalam QS. Al-Baqarah: 255, nama ini menunjukkan bahwa pemeliharaan langit dan bumi tidaklah berat bagi-Nya karena keagungan-Nya yang mutlak.
- Al-Kabir (Maha Besar): Menekankan pada Kesempurnaan Zat Allah yang melampaui segala ukuran. Nama ini menegaskan bahwa Allah adalah yang terbesar jika dibandingkan dengan makhluk-Nya dalam segala hal—ilmu, kekuasaan, dan usia (keabadian). Kalimat "Allahu Akbar" berakar dari nama ini, yang berarti Allah jauh lebih besar dari segala yang bisa digambarkan oleh manusia.
- Al-Mutakabbir (Maha Megah/Maha Memiliki Kebesaran): Memiliki nuansa "Eksklusivitas" dan "Ketinggian". Nama ini menunjukkan bahwa Allah adalah satu-satunya yang berhak atas sifat kebesaran (kibriya') dan Dia jauh di atas segala kekurangan, keburukan, atau kemiripan dengan makhluk. Jika pada makhluk sifat "takabur" adalah tercela (karena merasa besar padahal kecil), pada Allah nama ini adalah sifat kesempurnaan karena Dia memang satu-satunya yang berhak atas kebesaran tersebut.
Tabel Ringkasan Perbedaan:
-----------------------------------------------------------------------------------
Nama ¦¦ Fokus Makna ¦¦ Konteks Penggunaan
-----------------------------------------------------------------------------------
Al-Adzim ¦¦ Keagungan yang absolut ¦¦ Penghormatan dalam ibadah (rukuk)
Al-Kabir ¦¦ Kesempurnaan & perbandingan ¦¦ Zikir "Allahu Akbar" (Takbir)
Al-Mutakabbir ¦¦ Hak tunggal atas kebesaran ¦¦ Penafian kekurangan & kezaliman
-----------------------------------------------------------------------------------
Apakah Anda ingin saya memberikan
contoh ayat Al-Qur'an lain yang menyandingkan nama-nama ini, atau mungkin Anda tertarik mempelajari
hikmah mengamalkan zikir dengan Asmaul Husna tersebut?
Hikmah Mengamalkan Zikir dengan Asmaul Husna tersebut?
Mengamalkan zikir dengan nama
Al-Adzim,
Al-Kabir, dan
Al-Mutakabbir memberikan dampak mendalam bagi mental dan spiritual seorang Muslim. Berikut adalah hikmah spesifiknya:
- Menghancurkan Akar Kesombongan (Thughyan)
Dengan mengakui Allah sebagai Al-Mutakabbir (Yang Memiliki Hak Tunggal atas Kebesaran), seseorang akan sadar bahwa kesombongan adalah "pakaian" Allah yang tidak boleh dicuri oleh makhluk.
- Dampaknya: Anda akan merasa lebih rendah hati (Tawadhu) dalam berinteraksi dengan sesama manusia karena menyadari bahwa kebesaran manusia hanyalah titipan yang semu.
- Membangun Keberanian dan Mentalitas "Allahu Akbar"
Zikir dengan nama Al-Kabir (Maha Besar) menanamkan keyakinan bahwa tidak ada masalah, musuh, atau kesulitan hidup yang lebih besar daripada Allah.
- Dampaknya: Menghilangkan rasa takut kepada makhluk atau kecemasan berlebih terhadap masa depan. Seperti yang dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir, menyadari kebesaran Allah membuat dunia terasa kecil di mata seorang mukmin.
- Meningkatkan Kekhusyukan dalam Ibadah
Mengulang nama Al-Adzim (Maha Agung) saat rukuk atau zikir harian membantu hati untuk merasakan kehebatan Allah.
- Dampaknya: Ibadah tidak lagi menjadi rutinitas fisik, melainkan pengalaman spiritual yang menggetarkan hati (Khusyuk). Ini sesuai dengan tuntunan dalam Hadits Riwayat Muslim mengenai perintah mengagungkan Tuhan saat rukuk.
- Meraih Ketenangan Hati (Thuma'ninah)
Mengingat bahwa Allah adalah yang paling agung dan besar memberikan jaminan keamanan bahwa alam semesta berada di tangan Dzat yang tidak pernah lelah menjaganya.
- Dampaknya: Hati menjadi tenang (Mutma'innah) karena yakin bahwa semua urusan diatur oleh Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Google Ai (Mode) can make mistakes, so
double-check responses.
Comments
Post a Comment
Please Notices! Write NAME (nick name) to make it easier to respond to comments that you write. Comments are rude, racist, and humiliation may not be passed and it will be deleted without warning ...
* We respect your privacy and we will never share your personal information with anyone. We will never send you SPAM emails.